Datang ke RS Moewardi, Pasoepati Ucapkan Belasungkawa atas Meninggalnya Seorang Bonekmania di Solo

Sesepuh bonek, Cak Rijal (paling kanan), bertemu Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo (paling kiri) di RSUD dr. Moewardi Solo, Sabtu (14/4 - 2018). (Istimewa / Rio)
15 April 2018 07:17 WIB Moh Khodiq Duhri Olahraga Share :

Harianjogja.com, SOLO --Pasoepati turut berduka cita atas tewasnya seorang suporter Persebaya Surabaya, Bonekmania, M. 17, Jumat (13/4/2018)

Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo menyampaikan bela sungkawanya. Pasoepati mengaku sudah berupaya memberikan sambutan yang baik kepada mereka yang melewati Solo.

Rio, sapaan akrabnya, berkunjung ke RSUD dr. Moewardi untuk menemui keluarga korban dan petinggi dari Bonek, Cak Rijal. Rio menjelaskan meninggalnya satu bonek berusia muda itu di luar dari kuasa DPP Pasoepati. Menurutnya, Pasoepati sudah berusaha menyambut bonek yang singgah di Solo dalam perjanan menuju Jogja pada Jumat (13/4/2018).

"Kami masih berada di Kartasura pada Sabtu [14/4/2018] dini hari. Kepada bonek, kami membagikan sedikit jajanan untuk pelepas dahaga. Kami membubarkan diri karena menurut info yang kami dapat rombongan terakhir bonek sudah melewati Solo," ujar Rio, Sabtu.

Rio tidak tahu menahu soal kronologi tewasnya satu anggota bonek itu karena baru mendapat kabar itu pada Sabtu pagi. "Saya sangat menyesalkan peristiwa itu. Mudah-mudahan ini yang terakhir. Saya berharap kepada manajemen Persebaya untuk ikut memikirkan keselamatan suporternya. Selama ini, kebanyakan bonek berangkat awayday dengan cara estafet dari satu truk ke truk lainnya. Itu terlalu berisiko," papar Rio.

Saat bertemu Rio di RSUD dr. Moewardi, Cak Rijal menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Solo bila bonek membuat resah. Cak Rijal, kata Rio, mengaku akan menggalang dana untuk membayar ganti rugi kepada warga Solo yang merasa dirugikan akibat ulah bonek.

"Cak Rijal meminta DPP Pasoepati untuk menjembatani proses pembayaran ganti rugi itu. Kami diminta untuk melaporkan kepada Cak Rijal bila menemukan warga yang merasa dirugikan akibat ulah bonek," jelas Rio.

Penyebab kematian M masih simpang siur. Polsek Jebres menyatakan korban tewas karena penganiayaan yang terjadi di wilayah Jogja. Kapolsek Jebres Kompol Juliana B.R. Bangun mewakili Kapolresta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, membenarkan adanya kejadian meninggalnya satu suporter Bonekmania. Informasi sementara mereka naik truk kembali ke Surabaya dari Jogja diserang warga saat berada di jalan kawasan Jogja.

“Tidak ada bentrokan antara warga Solo dan suporter Bonek di Kota Bengawan. Kami melakukan pengawalan saat suporter menurunkan rekannya yang luka parah di depan RSUD dr. Moewardi,” kata dia.

Namun, keterangan Juliana juga dibantah kepolisian Bantul. Kapolsek Jetis, AKP S Parmin, menyatakan tidak ada penganiayaan di kawasan Jogja yang menyebabkan satu Bonek tewas. "Kami mengantar suporter pulang sampai perbatasan Prambanan," kata S Parmin.

Sumber : Solopos