Seri I 76 Indonesian Downhill 2018 : Siapa Yang Akan Jadi Raja di Bukit Hijau Imogiri?

Penampilan pembalap pada gelaran Seri I 76 Indonesian Downhill 2018 di Bukit Hijau Bikepark, Imogiri, Bantul, Sabtu (21/4/2018). - Harian Jogja/Jumali
21 April 2018 17:55 WIB Jumali Olahraga Share :

Harianjoga.com, BANTUL -- Persaingan ketat antarpembalap bakal tersaji dalam gelaran Seri I 76 Indonesian Downhill 2018 di Bukit Hijau Bikepark, Imogiri, Bantul, Minggu (22/4/2018). Sebab, hasil gemilang telah dicatatkan sejumlah pembalap pada sesi kualifikasi yang digelar, Sabtu (21/4/2018).

Pada kelas Men Youth, terdapat pembalap paling muda kelahiran 2002, Ananda Bagus Efendi Putra yang berhasil mencatatkan diri sebagai pembalap tercepat di sirkuit sepanjang 1.380 meter ini. Pembalap yang menggunakan bendera ISSI Kota Malang ini mencatatkan waktu lebih cepat 00, 639 detik dari pesaing terdekatnya yakni Azhar Salman Alparisi. Adapun Azhar Salman Alparisi dari Rpi Project mencatatkan waktu 2 menit 46, 778 detik.

Sementara di kelas Master Expert A, pembalap andalan DIY Nur Warsito mencatatkan diri sebagai pembalap tercepat dengan 2 menit 39,339 detik. Catatan pembalap yang akrab dipanggil Nawir ini melebihi catatan dari Pornomo dari Bandit Squad Racing (2 menit 43,850 detik).

Sedangkan di kelas Master Expert B, persaingan tidak kalah panas bakal tersaji. Suryanto Penthil dari MUD Brothers mampu mencatat waktu terbaik 2 menit 50,983 detik yang tak mampu dikejar delapan pebalap lainnya di babak kualifikasi. Satu pebalap yang paling mendekati Penthil hanya Sugianto Stiyawan Hoho dari Noise Bikers. Mantan macan Asia yang kini aktif melatih atlet muda mencatat waktu 2 menit 57,403 detik.

Humas Indonesia Downhill Satria Wibawa mengatakan, pada seri I kali ini ada sebanyak 234 pembalap ambil bagian di 15 kelas yang diperlombakan. Selain Men Elite yang merupakan kelas paling bergengsi, persaingan ketat pada babak final yang digelar Minggu (22/4) bakal tersaji di kelas Men Junior, Women Open, dan Master.

Di samping itu, lanjut pria yang akrab dipanggil Gungde ini tercatatnya gelaran seri perdana dari total 5 seri ini dalam UCI C2 membuat peluang peluang seluruh pebalap yang berlaga di kelas Men Elite dan Women Elite akan berkesempatan dalam memperebutkan poin UCI.

"Adapun poin tertinggi yang diperoleh yakni 30 poin untuk 15 pembalap tercepat. Hal ini tentu memberikan kesempatan untuk memperbaiki peringkatnya versi UCI sesuai poin yang diperoleh," katanya di sela perlombaan.

Dibandingkan tahun sebelumnya, Gungde menyebutkan pihaknya kali ini sengaja mengelar perlombaan di Bukit Hijau Imogiri dengan pertimbangan keinginan untuk memeroleh prestasi lebih baik. Sebab, dengan trek lebih menantang di lokasi ini membuat pembalap harus memadukan antara skill dan kecepatan.

"Di sini elevasi mencapai 198 meter dan cukup curam. Jadi skill dan kecepatan yang akan bermain di sini. Kami harapkan mereka memeroleh prestasi yang lebih baik nantinya di sini," ucap Gungde.