Mantap, Indonesia Sabet Emas di Tiongkok dalam Kejuaraan Dunia Panjat Tebing

Aries Susanti Rahayu mengangkat kedua tangannya setelah naik di podium dan menjadi yang tercepat dalam kejuaraan dunia panjat tebing di Chongqing, Tiongkok. - Ist/PP FPTI
07 Mei 2018 16:17 WIB Kusnul Isti Qomah Olahraga Share :

Harianjogja.com, TIONGKOK-Atlet-atlet panjat tebing yang tergabung dalam tim nasional baru saja menorehkan prestasi membanggakan di Tiongkok. Indonesia mampu menyabet tiga medali sekaligus yakni emas, perak, dan perunggu dalam nomor speed world record IFSC World Cup Chongqing, Tiongkok, Minggu (6/5/2018).

Dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (7/5/2018), medali emas disumbangkan Aries Susanti Rahayu untuk nomor speed world record. Dalam babak final, ia mengalahkan Elena Timofeeva dari Rusia dengan catatan waktu 7,51 detik, sedangkan Elena 9,01 detik. Medali emas ini sekaligus menjadi yang pertama bagi Indonesia sejak nomor speed world record dipertandingkan pada 2007 silam.

Medali perak dipersembahkan Aspar Jaelolo. Aspar Jaelolo gagal menyabet emas di detik-detik terakhir. Ketika akan menyentuh puncak, ia agak terpeleset. Alhasil, lawannya, Dmitrii Timofeev dari Rusia mengambil kesempatan. Dmitrii menang dengan catatan waktu 5,76 detik, sedangkan Aspar 6,80 detik.

Adapun medali perunggu dipersembahkan Puji Lestari yang dalam partai perebutan juara ketiga nomor speed world record perorangan putri, menorehkan waktu 8,11 detik. Ia mengalahkan Anna Tsysannova dari Rusia yang gagal meraih puncak karena terpeleset.

Sementara itu, untuk penentuan juara ketiga nomor speed perorangan putra, Darryil Boldyrev dari Ukraina menang tipis atas Jin Xin Li dari Tiongkok. Darryil menorehkan waktu 5,73 detik, sedangkan Jin Xin Li 5,88 detik.

Indonesia tampil dominan dalam final nomor speed world record baik perorangan putra maupun putri. Dari 14 atlet yang turut bertanding, sembilan di antaranya masuk final. Dominasi ini juga dicuitkan akun twitter resmi International Federation of Sport Climbing (IFSC).

Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Faisol Riza sendiri menyambut gembira kemenangan atlet-atlet di Chongqing, Tiongkok. Menurut Riza, ini adalah momentum yang mengubah sejarah panjat tebing Indonesia.

"Saya nangis, Mas. Terharu. Nggak bisa berkata-kata," ungkap Riza.