Kompetisi Renang Indah Jogja Open Artistic Swimming Kembali Digelar di Kulonprogo

Penampilan atlet renang indah DIY dalam nomor Team Free pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Kolam Renang UPI Bandung, Sabtu (24/9/2016). - Harian Jogja/Nina Atmasari
07 Juli 2018 12:37 WIB Uli Febriarni Olahraga Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Kejuaraan renang indah Jogja Open Artistic Swimming (JOAS) IV-2018 digelar di Kulonprogo, pada 11-13 Juli 2018. Kegiatan yang sebelumnya bernama Jogja Open Synchronised Swimming ini akan berlangsung di kolam renang Universitas Negeri Yogyakarta, Kampus Wates.

Ketua penyelenggara, Emilia Ayu Dewi Karuniawati mengungkapkan, kompetisi ini akan diikuti 15 tim. Terdiri dari tiga tim dari Malaysia yakni Selangor, Penang dan Penajam, 12 tim lainnya dari DKI Jakarta, Bogor, Sukabumi, Karawang, Tasikmalaya, Bekasi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Jawa Tengah, Yuso Jogja dan tim nasional (timnas) Indonesia. Jumlah atlet yang sudah memastikan ikut sebanyak 97 orang. Memperebutkan sebanyak 148 medali, terdiri dari 69 medali emas, 27 perak dan 52 perunggu.

"Jogja Open Artistic Swimming ini akan mempertandingkan 19 nomor pertandingan," kata dia, di ruang Binangun IV Pemkab Kulonprogo, Jumat (6/7/2018).

Ia menyebutkan, nomor-nomor pertandingan tadi meliputi figure, solo U-10, solo U-12, solo U-15, solo junior, solo open technical routine, solo open free routine, duet U-10, duet U-12, duet U15, duet junior, duet open technical routine, duet open free routine, team U-10, team U-12, team U-15, team open technical routine, team open free routine, team mixed group combo.

Menurut dia, yang menarik dari event ini adalah timnas renang indah Indonesia yang tampil adalah mereka yang dipersiapkan ikut berkompetisi Asian Games 2018. Mereka akan mengikuti nomor duet open technical routine, duet open free routine, team open technical routine dan team open free routine.

“Kriteria penilaian lomba renang indah ada beberapa poin yang harus diperhatikan jadi itu ada tingkat kesulitan, execution, dan kerja timnya. Penilaian [nomor pertandingan] semuannya sama,” ujar perempuan akrab disapa Kaka ini.

Emilia Ayu Dewi mengungkapkan, pelaksanaan lomba renang indah bertujuan untuk memunculkan potensi atlet renang indah di Indonesia khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, untuk meningkatkan rasa memiliki renang indah sebagai cabang olahraga.

Menurut dia, selama ini renang indah kalah populer dibanding renang lintasan yang selalu mengadakan kejuaraan di berbagai tempat. Renang indah memiliki tingkat kesulitan di atas kompetisi renang lintasan. Atlet yang bersangkutan, harus menyatukan satu tim yang memiliki irama dan ritme yang sama dan bisa melakukan berbagai renang gaya sebagai bentuk penilaian.

Biaya juga sering disebut-sebut sebagai kendala utama pengembangan olahraga renang indah. Pasalnya, kejuaraan renang indah lebih banyak dilakukan di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Hongkong.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kulonprogo, Heri Darmawan menyatakan, Pemerintahan Kabupaten Kulonprogo selaku tuan rumah pelaksanan kompetisi renang tiap tahun, mendukung terselenggaranya acara yang memiliki banyak nilai positif ini.

Ia berharap, kegiatan dapat berjalan lancar dan bisa menjadi salah satu cara mempromosikan Kulonprogo kepada khalayak lebih luas.