Di Brasil, Atlet Wushu Junior Ukir Prestasi

Ilustrasi atlet wushu Indonesia bertanding di kelas taolu. (Antara/Wahyu Putro A.)
15 Juli 2018 18:49 WIB Regi Yanuar Widhia Dinnata Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Prestasi tingkat dunia berhasil diukir atlet Indonesia. Tim Wushu Tanah Air memberikan medali emas, perak, dan perunggu di perhelatan olahraga internasional di Brasil.

Pekan ini menjadi sejarah penting bagi Indonesia karena lagu kebangsaan berkumandang dan Merah Putih berkibar di ajang olahraga tingkat kejuaraan dunia. Prestasi ini dicatat oleh Lalu Muhammad Zohri yang berhasil menjadi sprinter pertama Indonesia dengan meraih medali emas pada nomor lari 100 meter di Kejuaraan Dunia Atletik U20 IAAF 2018 di Tampere, Finlandia.

Sementara itu, di lokasi berbeda, tim Wushu Indonesia yang tengah berlaga di Kejuaraan Dunia Wushu Junior di Brasilia, Brasil membawa kabar baik. “Sementara ini, tim kita telah mengumpulkan [sebanyak] 1 medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) dalam siaran pers, Sabtu (14/7/2018).

Airlangga optimistis para atlet wushu Indonesia mampu memberikan penampilan yang terbaik dan bisa menambah perolehan medali. Pertandingan ini berlangsung selama 9 Juli-16 Juli 2018. PB WI mengirimkan sebanyak 20 atlet wushu junior, terdiri dari 12 atlet Taolu dan 8 atlet Sanda.

"Mereka merupakan hasil Kejuaraan Nasional senior dan junior Piala Raja di Yogyakarta Maret lalu,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan PB WI, ke-10 medali yang disabet tim Wushu Indonesia di Brasilia tersebut, yakni berkat kontribusi dari Jevon Kusmoyo yang berhasil mendapat medali emas di nomor Taiji Pedang. Lebih lanjut, medali perak diraih oleh Nadya Permata di nomor Changquan, Jevon Kuswoyo di nomor Taiji, Joyceline di nomor Jianshu, dan Nadya Permata di nomor Ginshu A.

Sedangkan, medali perunggu, diperoleh Thalia Marvelina di nomor Gunshu, Nelson Louis di nomor Jianshu, Patricia Geraldine di nomor Jianshu, Ahmad Gifari di nomor Tombak, dan Joyceline di nomor Nanquan B.

“Tim wushu junior kita ini akan menjadi cikal bakal pelapis tim senior yang ada sekarang. [Oleh karena itu] agar tidak ada kesenjangan antara junior dengan senior, perlu diberikan kesempatan kepada junior untuk menimba pengalaman di kejuaraan dunia,” jelasnya.

Menurutnya, wushu merupakan salah satu cabang olahraga yang bisa diandalkan oleh Indonesia untuk dapat meraih medali. Hal ini dibuktikan dari berbagai kejuaraan tingkat internasional, di mana tim wushu Indonesia mampu meraih medali emas.

Sumber : JIBI/Solopos