Tim Bulu Tangkis Asian Games Indonesia Analisa Lawan

Ganda putri Indonesia Greysia Polii (kiri) dan Apriani Rahayu. - Antara
10 Agustus 2018 20:48 WIB Andhika Anggoro Wening Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Asian Games 2018 dimulai 18 Agustus hingga 2 September 2018. Sebagai salah satu cabang andalan Merah Putih, bulutangkis ditarget untuk menyumbang satu emas.

PP PBSI berharap satu emas datang dari sektor ganda campuran dan ganda putra, dua nomor terkuat Indonesia saat ini. Namun bukan tak mungkin sektor ganda putri membuat kejutan seperti empat tahun lalu di Asian Games Incheon 2014, dimana kala itu pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari meraih medali emas.

Di ganda campuran, Asian Games 2018 akan menjadi sasaran terakhir bagi Liliyana Natsir yang telah mengumumkan akan pensiun tahun depan. Liliyana yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad, berpeluang besar untuk meraih emas di kandang sendiri, setelah empat tahun lalu di Asian Games Incheon 2014, mereka takluk di final.

Pasangan ganda putra rangking satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, juga punya kans besar untuk kembali berjaya di publik sendiri, setelah tahun ini dua kali juara di Istrora pada ajang Daihatsu Indonesia Masters dan Blibli Indonesia Open 2018.

Greysia Polii yang kini berpasangan dengan Apriyani Rahayu, pekan lalu baru saja meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2018. Bukan tak mungkin Greysia mengulang sukses di Asian Games dengan pasangan yang berbeda.

Asian Games 2018 merupakan salah satu tatget utama PBSI di tahun 2018. Para atlet telah menjalani program khusus yang disiapkan PBSI jelang pesta olahraga ini. Semua tim pendukung, mulai dari pelatih teknik, pelatih fisik, fisioterapis, ahli gizi, psikolog, tim medis, telah mempersiapkan para atlet agar bisa tampil sebaik mungkin.

"Di sisa waktu ini yang paling penting itu menjaga kondisi, stamina dan menyusun strategi. Kami juga akan menganalisa lawan yang akan dihadapi baik kelebihan dan kelemahannya. Di samping itu akan ada sesi meningkatkan kematangan pukulan dan adaptasi penguasaan lapangan di Istora," sebut Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

Jika tiga sektor ganda menjadi andalan di Asian Games, tantangan berat ada di sektor tunggal. Dalam beberapa turnamen belakangan, sektor tunggal memang belum dapat memberikan hasil yang menggembirakan meskipun beberapa pemain telah menunjukkan progres dalam penampilan mereka.

"Sektor tunggal memang harus benar-benar kerja keras. Khusus tunggal putra, harus diperbaiki lagi stroke nya, baik serangan, pertahanan, dan pola main. Selain itu, fisik, kecepatan, dan kelincahan di lapangan, serta antisipasi untuk mengambil kendali permainan, juga harus diasah lagi," tutur Susy saat diwawancara Badmintonindonesia.org.

Dari sektor tunggal putri, pemain muda Gregoria Mariska Tunjung, sebetulnya punya peluang untuk membuat kejutan. Penampilan pemain jebolan klub Mutiara Cardinal Bandung ini cukup baik di sejumlah turnamen terakhir, meskipun masih banyak yang perlu diperbaiki lagi oleh Gregoria.

"Sebetulnya Gregoria bisa mengimbangi pemain-pemain elit, tetapi masih dia kurang sabar dan gampang 'buang bola'. Gregoria harus lebih siap capek dan diperkuat kelincahan kakinya, agar konsistensi pukulannya lebih akurat," ungkap Susy ketika ditanya soal Gregoria.

Cabang bulutangkis di Asian Games akan dimainkan di Istora, mulai 19 - 22 Agustus 2018 untuk nomor beregu putra dan beregu putri. Sedangkan nomor perorangan akan dimainkan pada 23-28 Agustus 2018.

Proses pengundian nomor beregu akan diadakan pada Kamis, 16 Agustus 2018, pukul 19.00 di ruang konferensi pers Istora Senayan. Sedangkan undian nomor perorangan akan dilangsungkan pada Rabu, 22 Agustus 2018, pukul 10.00 WIB di tempat yang sama.

Sumber : Badminton Indonesia