Jika Juara Japan Open, Duo Minions Samai Pencapaian Ricky/Rexy

Marcu Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo (Badmintonindonesia.org)
16 September 2018 16:34 WIB Chrisna Chaniscara Olahraga Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, TOKYO —Saat ini Japan Open sudah memasuki babak final. Sepanjang sejarah, hanya ada satu ganda putra Indonesia yang berhasil menjuarai Japan Open 2018 dua kali beruntun. Pasangan legendaris Merah Putih, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, bahkan mencatat tiga gelar juara beruntun saat meraih gelar Japan Open pada tahun 1995, 1996 dan 1997.

Kini Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berpeluang menyamai torehan juara dua kali beruntun Ricky/Rexy setelah memastikan tiket final Japan Open 2018. Pasangan berjuluk Duo Minions itu tampil di babak pamungkas setelah mengalahkan wakil Tiongkok, He Jiting/Tan Qiang, dengan skor 21-16, 14-21, 21-13 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Sabtu (15/9/2018). Di babak final, mereka sudah ditunggu pasangan Tiongkok lain yakni Li Junhui/Liu Yuchen.

Kevin/Marcus tentu tak ingin melewatkan kesempatan menyejajarkan diri dengan Ricky/Rexy dengan merebut kemenangan atas Li/Liu. Di atas kertas, pasangan Indonesia sedikit lebih diunggulkan dengan predikat ranking satu dunianya, setingkat lebih baik dari wakil Tiongkok.

Kevin/Marcus pun punya rekor pertemuan yang sangat apik dengan Li/Liu yakni 7-1. Namun bukan berarti Duo Minions bakal meraih trofi dengan mudah menyusul performa kurang meyakinkan mereka di Jepang.

Di perempat final, Kevin/Marcus harus bersusah payah menundukkan pasangan nonunggulan asal Belanda, Jelle Maas/Robin Tabeling, dengan skor 21-10, 17-21, 21-14. Di semifinal mereka juga dipaksa menjalani laga rubber game melawan He Jiting/Tan Qiang yang berstatus nonunggulan.

Kevin menyebut laga final melawan Li/Lui pun dijamin tak akan mudah meski mereka kerap bertemu sang lawan. “Kami harus siap dari segala hal, kondisi badan, fisik dan teknik permainan,” ujar Kevin seperti dilansir Badminton Indonesia, Sabtu.

Marcus menambahkan Li/Liu punya pengalaman jauh lebih banyak ketimbang He/Tan sehingga lebih paham dalam membaca pertandingan nanti. Li/Liu juga punya keuntungan stamina ekstra karena menang cukup mudah di semifinal. “Tenaga mereka lebih besar,” timpal Marcus. (Chrisna Chanis Cara/JIBI)

Sumber : JIBI/Solopos

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia