Penonton Asian Para Games 2018 Indonesia Sangat Luar Biasa

Jelang penutupan Asian Para Games 2018, Sabtu (13/10) pada pukul 19.00 WIB Stadion Madya tampak mulai penuh dengan hadirnya para penonton./JIBI - BISNIS/Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
14 Oktober 2018 18:47 WIB Muhammad Ridwan Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Acara penutupan Asian Para Games 2018 digelar Sabtu (13/10/2018) di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta. Selama perhelatan Asian Para Games 2018, dukungan suporter terus mengalir, baik yang menyaksikan langsung ataupun tidak.

Selama digelar sejak 6 sampai 13 Oktober, setiap harinya warga Indonesia terus mendatangi venue-venue Asian Para Games, salah satunya kawasan kompleks olahraga Gelora Bung Karno, Jakarta.

Meskipun tidak seramai Asian Games yang dihelat di Jakarta dan Palembang, menurut pantauan Bisnis, gelaran Asian Para Games juga tidak kalah ramainya.

Sejumlah atlet merasakan animo masyarakat terhadap gelaran multi event olahraga bagi penyandang disabilitas ini.

Dibandingkan dengan gelaran olahraga serupa di sejumlah negara yang pernah mereka rasakan, penonton Indonesia dinilai luar biasa.

“Ini penonton yang sangat luar biasa selama kita ikut yang pertama [Asian Para Games ke- I], kedua, sama yang ini [Asian Para Games ke-III] , ini yang paling luar biasa, bukan karena kita orang Indonesia [tuan rumah], tapi kalau dibandingkan sama China, Korea waktu itu, antusiasme di sini lebih besar,” ujar Hary Susanto peraih medali emas ganda campuran SL3-SU5, Sabtu (13/10/2018).

“Luar biasa selama saya main di paralympic, penonton kali ini luar biasa, gak pernah kita bertanding dari awal sampai akhir ngomong segitu ramenya, kita termotivasi, merinding kami kalau mendengar mereka ngomongin ‘Indonesia, Indonesia’ itu motivasi banget,” ujar Leani Ratri peraih medali emas nomor ganda putri SU5 dan ganda campuran SL3-SU5.

"Kalau di negara lain ga seramai ini, di sini paling meriah, kalau dibandingin negara lain tetap lebih meriah ini, luar biasa," ujar Dheva Anrimusthi peraih medali emas nomor tunggal putra SU5 dan ganda putra SU5

"Kalau penonton Indonesia itu tidak pernah diam, selalu bersorak, kalau di China lain, kalau menang baru teriak, kalau lagi main tidak berisik, kalau di sini menang kalah berisik, mungkin tradisi Indonesia gitu, negara lain tidak gitu," ungkap Cheah Liek Hou pebulu tangkis Malaysia peraih medali perunggu tunggal putra SU5.

"Yang sangat spesial di pertandingan bulu tangkis, saya rasa rakyat Indonesia mencintai bulu tangkis, jadi dukungannya sangat luar biasa, mereka sangat mendukung, bagi saya suporter Indonesia baru untuk kami, sangat spesial bisa bermain dengan suasana yang seperti ini," ujar Tarun pebulu tangkis India peraih medali emas nomor tunggal putra SL4.

Sumber : JIBI/BisnisIndonesia