Juara F3 Eropa, Putra Michael Schumacher Siap ke F1

Mick Schumacher (Twitter)
15 Oktober 2018 15:52 WIB Chrisna Chaniscara Olahraga Share :

Harianjogja.com, HOCKENHEIM —Dari ajang balapan mobl Formula 1, ungkapan  Like father like son pas diberikan pada Mick Schumacher seusai menjadi juara umum Formula 3 (F3) Eropa. Gelar bergengsi itu diraih putra juara dunia tujuh kali F1, Michael Schumacher, itu setelah finis di posisi kedua dalam balapan hari kedua di Sirkuit Hockenheim, Jerman, Sabtu (13/10/2018).

Tambahan 18 poin bikin posisinya di puncak klasemen dengan 347 poin tak bisa lagi dikejar rival terdekat, Dan Ticktum, dengan koleksi 296 poin meski masih ada balapan ketiga. Sukses tersebut membuat Mick memenuhi syarat untuk balapan di level FI musim depan. Peluang pembalap 19 tahun itu untuk tampil di ajang balap jet darat kian terbuka lantaran masih ada kursi kosong di sejumlah tim seperti Williams dan Toro Rosso.

Selama ini ajang F3 banyak melahirkan driver-driver handal di kancah F1 seperti empat kali juara dunia F1, Lewis Hamilton. Ayah Mick, Michael Schumacher, juga pernah menjuarai F3 di Jerman pada tahun 1990. Setahun berikutnya Schumi mencetak debut di F1 bersama Jordan dan kemudian bergabung dengan Benetton sebelum bersinar di Ferrari.

Mick Schumacher sendiri tampaknya punya kualitas yang berpotensi meneruskan jejak sukses sang ayah. Schumi junior sukses meraih delapan kemenangan dari 12 balapan di F3 Eropa musim ini. Lima di antaranya diraih secara beruntun bersama Tim Prema yang didukung Mercedes.

Prestasi itu merupakan lompatan besar setelah pada debutnya musim lalu dia hanya menduduki peringkat ke-12 klasemen umum. “Ini seperti tidak nyata. Saya benar-benar senang,” kata Schumacher seperti dilansir Autosport, Minggu (14/10/2018).

Sebagai putra dari legenda balap F1, Schumacher tetap bersikap low profile sepanjang musim. Di setiap balapan ia hanya ditemani Peter Kaiser, kawan dekat Michael, dan sang manajer, Sabine Kehm. “Saya punya tim yang mendukung saya dan orang-orang yang membuat saya rileks. Itu menjadi kunci untuk mengatasi perhatian yang saya miliki,” tutur Mick.

Bos Mercedes, Toto Wolff, mengakui ada potensi besar di balik sosok rendah hati Mick. Menurut Wolff, Mick mampu mengatasi tekanan dari nama besar sang ayah yang ada di sekelilingnya. “Tidak mudah mengatasi itu semua,” kata dia. 

Sumber : JIBI/Solopos