STTNas Tuan Rumah Pomda Shorinji Kempo

Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomda) Shorinji Kempo antarmahasiswa se-DIY 2018, di Hall Student Center and Park, pada Sabtu (2/12/2018). - Ist/STTNas
05 Desember 2018 11:37 WIB Kusnul Isti Qomah Olahraga Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta (STTNas) menggelar Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomda) Shorinji Kempo antarmahasiswa se DIY 2018.

Bekerja sama dengan KONI, Bapomi, Perkemi, STTNas menggelar kejuaraan di Hall Student Center and Park, pada Sabtu (2/12/2018). Kejuaraan khusus mahasiswa ini diikuti oleh 74 dojo (mahasiswa) dari 12 perwakilan perguruan tinggi di DIY.

STTNas Pomda Shorinji Kempo antarmahasiswa se DIY 2018 mempertandingkan nomor Randori Putra dan Putri serta Embu Berpasangan Putra dan Putri Sementara Randori putra meliputi 50 kg, 55 kg, 60 kg, 65 kg, dan 75 kg. Untuk Randori putri meliputi 48 kg, 52 kg, 56 kg, 60 kg, dan 68 kg.

Saat membuka kejuaraan, Ketua STTNas Ircham menyampaikan rasa hormat dan bangga ditunjuk untuk menggelar kejuaraan.

“Adanya kejuaraan seperti ini tentu mendorong iklim positif bagi olahraga bela diri, serta kempo dapat dijadikan sebagai ajang tukar pengalaman dan sarana silaturahmi dalam menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan sesama peserta kejuaraan. Ini merupakan bentuk kontribusi STTNas yang bekerja sama dengan KONI, Bapomi, Perkemi dalam mencetak kenshi-kenshi muda berprestasi dari kalangan mahasiswa,” ujar Ircham.

Dalam kejuaraan, STTNas menurunkan tiga atlet, yaitu Kristowirawan Umbu Siliwolu juara 1 di kelas 65 kg, Akhmad Musytairy juara 1 di kelas 55 kg, dan Maulana Suryo Utomo di kelas 60 kg.

Adapun medali yang berhasil diraih STTNas berupa dua medali emas pada nomor Randori kelas 65 kg oleh Kristowirawan Umbu S. Jurumana dan Akhmad Musytariy di kelas 55 kg. Selain itu satu medali perak di nomor Randori kelas 60 kg diraih Maulana Surya Utomo.

“Bangga bisa berkontribusi positif bagi STTNas melalui bidang olahraga kempo ini,” ungkap Kristowirawan Umbu, soal keberhasilannya meraih medali emas.

Keberhasilan pria asal Wakajawi, Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur ini tidak lepas dari kerja keras dan latihan secara rutin yang dilakukannya di bawah pembinaan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Bela Diri (Kempo) STTNas.

“Terima kasih untuk [UKM] Bela Diri [Kempo] STTNas, pihak kampus dan semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga bisa meraih prestasi ini,” ucap mahasiswa Teknik Sipil S1 STTNas ini.

Ketua Panitia Pomda Shorinji Kempo antarmahasiswa se DIY 2018 Fahril mengaku bangga atas prestasi yang berhasil mereka raih. Prestasi itu diharapkan bisa menjadi motivasi bagi atlet bela diri (Kempo) STTNas lainnya.