PRANCIS TERBUKA : Ferrer Melenggang ke Perempat Final

02 Juni 2013 21:53 WIB Redaksi Solopos Olahraga Share :

[caption id="attachment_412313" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/02/prancis-terbuka-ferrer-melenggan-ke-perempat-final-412312/ferrer-370x225" rel="attachment wp-att-412313">http://images.harianjogja.com/2013/06/ferrer-370x225-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> David Ferrer.dok[/caption]

PARIS-Unggulan keempat David Ferrer mencapai perempat final Prancis Terbuka untuk keempat kalinya di Paris, Minggu (2/6/2013).

Petenis 31 tahun asal Spanyol yang menjadi semifinalis pada turnamen 2012 mengalahkan petenis Afrika Selatan Kevin Anderson 6-3, 6-1, 6-1.

Ferrer lolos ke delapan besar tanpa kehilangan satu set pun dan melaju ke pertandingan perempat final sesala petenis Spanyol melawan Tommy Robredo atau Nicolas Almagro.

Ferrer mengungguli Almagro 13-0 dalam rekor pertemuan mereka, sementara atas Robredo dia unggul 6-2.

"Saya sudah menghadapi para pemain Spanyol beberapa kali. Siapapun yang saya hadapi, akan menjadi pertandingan yang sulit," kata Ferrer.

"Nico memiliki tenaga luar biasa, Tommy sangat solid. Akan jadi pertandingan fisik yang lama." Anderson yang unggulan ke-27 sebelumnya sedang berupaya untuk menjadi petenis Afrika Selatan pertama yang mencapai delapan besar di Roland Garros sejak Cliff Drysdale pada 1968, tapi upayanya itu berakhir fatal dengan melakukan 41 kesalahan sendiri.

Juara turnamen 2009 Federer akan berupaya menjadi pria keempat yang mencatat rekor 900 kemenangan Tur saat dia bertemu unggulan ke-15 asal Prancis Gilles Simon.

Sebuah kemenangan bagi petenis 31 tahun itu akan juga memberinya tempat di perempat final Grand Slam untuk yang ke-40 kali.

Hanya Jimmy Connors (1.156), Ivan Lendl (1.068), dan Guillermo Vilas (940) yang meraih kemenangan lebih banyak daripada Federer.

Petenis Swiss yang memehang 17 gelar Grand Slam itu juga dapat mencatat kemenangannya yang ke-58 di Roland Garros, menyamai rekor yang dipegang bersama Vilas dan Nicola Pietrangeli.