ABL 2013 : Indonesia Warriors Kembali Raih Kekalahan

09 Juni 2013 17:51 WIB Redaksi Solopos Olahraga Share :

http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/09/abl-2013-indonesia-warriors-kembali-raih-kekalahan-414012/abl-2013-3" rel="attachment wp-att-414013">http://images.harianjogja.com/2013/06/abl-2013-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />

JAKARTA- Indonesia Warriors kembali gagal meraih kemenangan saat berlaga di Ynares Sports Arena, Filipina, Minggu, melawan San Miguel Beermen untuk pertandingan kedua babak final Liga Bola Basket ASEAN (ABL) 2013 yang berakhir dengan skor 65-66.

Hasil pertandingan yang disiarkan secara daring oleh situs resmi ABL (www.aseanbasketballleague.com) tersebut membuat Warriors untuk sementara tertinggal 0-2 dari Beermen di babak final yang menggunakan sistem "best of five" atau pengoleksi tiga kemenangan berhak menjadi juara.

Kedua tim bermain kurang trengginas, boleh jadi akibat waktu istirahat hanya satu hari selepas menjalani laga pertama pada hari Jumat (7/6) yang berakhir untuk kemenangan tuan rumah Beermen 75-70 sehingga akurasi tembakan keduanya tidak ada yang berhasil mencapai angka 40 persen.

"Monster" di bawah ring, Brian Williams menjadi pahlawan Beermen setelah di sisa waktu lima detik dia mencuri dua poin yang menentukan kemenangan atas tim tamu. Brian secara keseluruhan mencapai perolehan "double double" dengan mencetak 17 poin dan merebut 16 "rebounds".

Brian juga menjadi tembok pertahanan yang kokoh bagi Beermen, bersama-sama dengan Justin Williams mereka kerap menghalau upaya pemain Warriors melesakkan bola ke dalam keranjang.

Brian mengemas empat kali blok, sementara Justin tiga kali. Blok mereka kerap muncul di masa-masa penting kala Warriors hendak mengejar ketertinggalan.

Sementara itu, "guard" muda berbakat yang sempat menepi sebulan menjelang babak "playoffs", Christian Banchero, kerap menyulitkan pertahanan Warriors dan menyumbangkan 12 poin bagi Beermen.

Di sisi lain, permainan pemain terbaik (MVP) ABL 2013, Paulasi "Asi" Taulava kurang meyakinkan dengan hanya menyumbangkan delapan angka untuk Beermen.

Bagi kubu Warriors, poin terbanyak disumbangkan oleh Stanley Pringle dengan 21 angka diikuti oleh Christopher Vondrell Daniels, Steven Demon Thomas dan Jerick Uy Canada yang masing-masing mencetak 15, 13, dan 11 poin.

Daniels dan Thomas bahkan mencapai "double double" lewat tambahan masing-masing mengamankan 11 dan 13 "rebounds".

Beermen segera mengendalikan permainan semenjak awal permainan dan berhasil mengungguli Warriors 14-12 di akhir kuarter pertama.

Memasuki kuarter kedua, kedua tim saling balas mencetak angka. Namun Beermen masih bisa mempertahankan keunggulan, bahkan menambahnya menjadi 37-34.

Pada kuarter ketiga Warriors justru menemukan momentum untuk memangkas ketertinggalan, bahkan membalikkan keadaan dengan mengemas 17 angka tambahan. Sementara Beermen justru hanya bisa menambah 14 angka sehingga kuarter ketiga ditutup dalam keadaan tertinggal 49-51.

Di awal kuarter terakhir Warriors kian gahar dengan kehadiran akurasi tembakan tiga angka dari Canada yang secara keseluruhan memasukkan tiga dari empat percobaan.

Namun, sayangnya, di pertengahan kuarter keempat Canada harus dibantu rekan-rekannya menepi ke bangku cadangan akibat cedera setelah bertabrakan dengan salah satu pemain Beermen.

Canada diangkat oleh Daniels dan Thomas sembari memegangi lutut kirinya. Dia digantikan oleh John Smith, yang sayangnya tak lama kemudian juga harus dibantu rekan-rekannya keluar lapangan sembari memegangi engkel kirinya.

Warriors hampir saja keluar sebagai pemenang ketika sisa enam detik, percobaan Asi menembus pertahanan Thomas gagal dan hanya menghasilkan lemparan ke dalam, sementara keadaan tim tamu unggul 65-64 atas Beermen.

Secara dramatis, Brian berhasil memanfaatkan bola lemparan ke dalam dan mencetak dua angka untuk memastikan kemenangan Beermen atas Warriors dengan kedudukan akhir 66-65.

Pertandingan selanjutnya, Beermen berkesempatan untuk berpesta di kandang lawan di Gedung Basket Britama Arena, Mahaka Square, Jakarta, Rabu (12/6) mendatang.

Akan tetapi, mereka juga perlu mewaspadai kemungkinan berulangnya tragedi musim lalu, saat mereka gagal memanfaatkan keunggulan 1-0 dan justru dijungkalkan oleh Warriors 1-2.

Musim lalu setelah memenangi laga final pertama, Beermen justru kalah dari Warriors di dua laga selanjutnya--musim lalu masih menggunakan sistem "best of three" atau pemenang dua pertandingan berhak menjadi juara--dan kehilangan kesempatan meraih piala kemenangan ABL 2012.