ABL 2013 : Tertinggal 0-2 Dari San Miguel Beermen, Indonesia Warriors Yakin Mampu Atasi Tekanan

11 Juni 2013 21:21 WIB Redaksi Solopos Olahraga Share :

http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/11/abl-2013-tertinggal-0-2-dari-san-miguel-beermen-indonesia-warriors-yakin-mampu-atasi-tekanan-414910/abl-2013-4" rel="attachment wp-att-414911">http://images.harianjogja.com/2013/06/abl-20131-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />

JAKARTA- Meskipun saat ini tertinggal 0-2 dari lawan mereka San Miguel Beermen, Indonesia Warriors masih percaya diri dan yakin dapat mengatasi tekanan kala melakoni laga ketiga di Gedung Basket Britama Arena, Jakarta, pada Rabu (12/6).

"Tidak ada kepanikan di ruang ganti. Kami pernah berada di situasi semacam ini dan berhasil mengatasinya," kata pelatih Warriors, John Todd Purves, saat ditemui di Jakarta, Selasa (11/6/2013).

Purves juga menyebutkan keberhasilan timnya membalikkan keadaan di babak final setelah tertinggal 0-1 dari lawan yang sama, Beermen, menjadi kelebihan tersendiri, terlebih kala memberikan kata-kata pelecut semangat di ruang ganti.

"Ada yang berbeda karena tim ini bisa memenangi keadaan serupa tahun lalu. Kami memliki pengalamana berada di situasi semacam ini, sehingga ada kepercayaan diri yang lebih," kata dia.

"Ada tekad yang tertaman di tim ini. Ketika saya berkata 'kita bisa melakukannya', itu bukan lagi sekedar kata-kata kosong, tetapi sudah terbukti musim lalu," ujar Purves.

Purves juga mengingatkan bahwa Warriors merupakan satu-satunya tim yang berhasil mengatasi keadaan semacam ini di sepanjang tiga tahun gelaran ABL.

"Saya merasa percaya diri dengan mentalitas di tim kami, dan tidak ada tim lain di ABL yang pernah melakukan 'comeback' dari situasi semacam ini selain Indonesia Warriors," kata Purves.

Senada dengan Purves, "guard" sekaligus salah satu pemain lokal yang paling berperan di Warriors, Mario Wuysang, meyakini timnya bisa mengatasi tekanan di masa lalu meskipun juga menyayangkan kegagalan meraih kemenangan di dua laga awal.

"Kami sudah sangat siap, bermain dengan baik, sayang kami gagal menang kemarin, padahal dua 'game' itu sudah ada di tangan kami. Sekarang kami tertinggal 0-2, sehingga harus bisa memanfaatkan keuntungan 'home court'. Kalau bisa memenangi laga besok dan 'game' berikutnya, tekanan justru berbalik ke mereka," ujar Wuysang.

"Tekanan pasti ada di setiap 'game', tapi kami sudah pernah berada di sini, di situasi ini, ini bukan hal baru. Kami tim yang berpengalaman dalam hal ini, kami tahu bahwa kamu wajib memenangi laga besok (Rabu)," ujar dia menambahkan.

Pada laga kedua yang berlangsung di kandang Beermen di Ynares Sports Arena, Pasig, Filipina pada Minggu (9/6) lalu, Warriors tunduk 65-66 dari tuan rumah berkat dua angka yang dicetak Brian Williams di sisa waktu lima detik terakhir.

Hasil tersebut membuat Warriors untuk sementara tertinggal 0-2 dari Beermen di babak final yang menggunakan sistem "best of five" atau pengoleksi tiga kemenangan berhak menjadi juara.

Pertandingan selanjutnya, Beermen berkesempatan untuk berpesta di kandang lawan di Gedung Basket Britama Arena, Mahaka Square, Jakarta pada hari Rabu (12/6) mendatang. Akan tetapi, mereka juga perlu mewaspadai kemungkinan berulangnya tragedi musim lalu, saat mereka gagal memanfaatkan keunggulan 1-0 dan justru dijungkalkan oleh Warriors 1-2.

Musim lalu setelah memenangi laga final pertama, Beermen justru kalah dari Warriors di dua laga selanjutnya --musim lalu masih menggunakan sistem "best of three" atau pemenang dua pertandingan berhak menjadi juara--dan kehilangan kesempatan meraih piala kemenangan ABL 2012.