INDONESIA OPEN 2013: Injak Raket, Pemain China Dapat Kartu Kuning

15 Juni 2013 11:25 WIB Olahraga Share :

[caption id="attachment_416087" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/15/indonesia-open-2013-injak-raket-pemain-china-dapat-kartu-kuning-416086/bulutangkis-ilustrasi-antara-2" rel="attachment wp-att-416087">http://images.harianjogja.com/2013/06/bulutangkis-ILUSTRASI-antara1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

JAKARTA— Karena kesal ketika kalah dari ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan pada babak perempat final Djarum Indonesia Terbuka, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (14/6/2013), pemain China Cai Yun sempat menginjak raketnya.

Cai Yun menginjak raket saat menjelang akhir game ketiga. Akibat aksinya ini, dia dihadiahi kartu kuning oleh wasit. “Tadi injak raket karena kurang senang saja,” kata Cai Yun.

Menurut Cai Yun, wajar jika ia kesal karena dalam setiap pertandingan masing-masing atlet pasti ingin menang.

“Kenyataannya kami kalah,” tambahnya.

Pasangan peringkat 10 dunia itu gagal membendung Ahsan-Hendra yang menaklukkan mereka dengan skor 21-18, 21-13.

“Sudah biasa dalam pertandingan ada yang menang dan kalah. Tetapi skill mereka memang bagus,” tutur Haifeng.

Menanggapi komentar Hendra yang menilai penampilan mereka semakin turun sejak Olimpiade 2012, Cai Yun menjawab dengan enteng.

“Setiap atlet pasti ada naik turunnya. Untuk pengembangan butuh waktu lebih lama,” katanya, yang sempat vakum selama 6 bulan usai laga mereka di Olimpiade karena cidera.

Pada turnamen kali ini, mereka pun menjagokan Ahsan-Hendra agar bisa merebut gelar juara. Namun, Haifeng yang pernah bertemu dengan Hendra saat masih berpasangan dengan Markis Kido menilai, pasangan itu hebat.

“Kido-Hendra lebih hebat. Mereka susah dilawan,” ujarnya.