Kejuaraan Asia Taekwondo Junior 2013 : Indonesia Raih Dua Medali Perunggu

20 Juni 2013 19:29 WIB Redaksi Solopos Olahraga Share :

[caption id="attachment_417927" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/20/kejuaraan-asia-taekwondo-junior-2013-indonesia-raih-dua-medali-perunggu-417926/taekwondo-ilustrasi-2" rel="attachment wp-att-417927">http://images.harianjogja.com/2013/06/Taekwondo-ilustrasi1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Ilustrasi.dok[/caption]

JAKARTA-Indonesia sementara meraih dua medali perunggu dari kelas beregu poomsae putra dan putri pada hari pertama Kejuaraan Asia Taekwondo Junior 2013 di Tennis Indoor Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2013).

"Peraihan ini sebenarnya diluar target. Tadinya kita justru menargetkan medali perunggu dari individu putri," kata pelatih kelas poomsae Mukhlis Baalwi.

Tim putra yang terdiri dari Auliya Ramadhan, Irsyad Abdul Azis, dan Rastra Jabadiu Kutai, mengumpulkan nilai sebesar 7.69 membuntuti Tim Iran yang menempati posisi teratas dengan nilai 7.84 dan Korea Selatan di posisi kedua lewat peraihan nilai 7.77.

Sementara pada tim putri, Muttaqoh Khairunnisa, Mutiara Habiba, dan Kevita Deliza Rizkia berhasil meraih nilai 7.74. Padahal pada babak kualifikasi, mereka hanya menempati posisi ketujuh.

Juara pertama masih dipegang tim Iran dengan peraihan nilai 7.88 dan posisi kedua menjadi milik tim Korea Selatan yang mengoleksi nilai 7.85.

Atlet putri Muttaqoh Khairunnisa yang diunggulkan pada nomor individu gagal merengkuh medali dan harus puas di posisi keenam. Ia hanya mencapai nilai 7.67. Juara pertama masih dipegang atlet Iran, Marjan Salshouri, dengan nilai 7.97 diikuti Tran Cao Cam Tien dari Vietnam yang mencatat nilai 7.82 dan pemain Taiwan, Liao Wen Hsuan, dengan nilai 7.79.

"Sebenarnya Nisa sudah tampil baik, tetapi mungkin lawannya memang lebih bagus," ujar Mukhlis.

Sedangkan pada nomor putra, Irsyad Abdul Azis, menempati posisi paling buncit di nomor delapan dengan nilai 7.42. Menurut Mukhlis, hal ini karena jam terbang latihan yang belum maksimal.

"Waktu latihan masih kurang karena dia telat masuk pelatnas. Memang agak susah mencari atlet potensial karena saat ini taekwondo belum merata di Indonesia," jelasnya.

Irsyad yang merupakan atlet asal Jawa Barat itu harus mengakui keunggulan atlet Korea Selatan, Jong-Beom Bae, yang menjadi juara dengan raihan nilai tertinggi 7.70. Disusul atlet Iran, Mohammed Mehdi Jamshidi yang mengumpulkan nilai 7.56 dan di posisi ketiga ditempati atlet China, Huang wei, dengan nilai 7.54.

Kejuaraan Asia Taekwondo Junior 2013 diikuti 400 atlet dari 26 negara dan akan berlangsung hingga 23 Juni mendatang.