Turnamen Internasional Pertama Best Of The Best I : Indonesia Juara Best of The Best

30 Juni 2013 19:32 WIB Redaksi Solopos Olahraga Share :

[caption id="attachment_421357" align="alignleft" width="286"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/30/turnamen-internasional-pertama-best-of-the-best-i-indonesia-juara-best-of-the-best-421355/taekwondo-286x310-4" rel="attachment wp-att-421357">http://images.harianjogja.com/2013/06/taekwondo-286x3102.gif" alt="" width="286" height="310" /> Ilustrasi.dok[/caption]

JAKARTA-Kontingen Taekwondo Indonesia yang diwakili oleh tim hasil Seleksi Kejurwil Se-Indonesia merebut gelar juara umum Turnamen Internasional Pertama Best Of The Best I di Gedung Olahraga Amongrogo, Jogja, Minggu (30/6/2013).

Dengan hasil itu wakil Indonesia berhak memboyong Piala bergilir Sri Sultan Hamengkubuwono ke X, demikian siaran pers UTI Pro, Minggu.

Kepastian Kontingen Indonesia menjadi juara setelah tampil sebagai pengumpul medali terbanyak dengan 76 medali emas, 84 perak dan 131 perunggu.

Posisi Kedua diraih Korsel dengan 14 emas, dua perak, empat perunggu, disusul Malaysia di tempat ketiga dengan delapan emas, 14 perak dan 33 perunggu.

Sementara itu Menpora Roy Suryo yang menutup turnamen Taekwondo di Jogja, Minggu, menyatakan mendukung penuh langkah Universal Taekwondo Indonesia UTI Pro untuk berkarya melahirkan atlet Taekwondo berprestasi.

"Tidak boleh ada pihak - pihak yang berupaya merintangi dan membeda-bedakan antara atlet binaan UTI Pro dengan yang lain," kata Roy Suryo.

Menurut Menpora Roy Suryo, pihaknya tidak ingin mengumbar janji, namun ia yakin dan percaya dalam waktu dekat ini tidak ada lagi perbedaan-perbedaan di tubuh Organisasi Taekwondo Indonesia.

"Atlet Taekwondo UTI Pro jangan berkecil hati kalau saat ini masih ada hambatan. Beri kami waktu untuk menyelesaikan, dan saya yakin permasalahan ini bisa diselesaikan seperti halnya kasus yang terjadi di tubuh organisasi PSSI," ujar Roy Suryo.

Dikatakannya, sudah seyogyanya tidak ada lagi pertentangan antara UTI Pro dan PB TI karena sama sama berjuang untuk kemajuan olahraga beladiri Taekwondo.

"PB TI juga harus mendengar apa yang sudah dilakukaan oleh UTI Pro," kata Roy Suryo.

Pada bagian lain Menpora mengatakan, pihaknya terus memantau melalui media massa tentang keberadaan UTI Pro sebagai Organisasi Taekwondo yang berpayung dibawah Badan Olahraga Profesional Indonesia, BOPI.

"Saya mengetahui dari media ketika atlet Taekowndo UTI Pro berhasil membawa pulang tiga emas lima perak dan 13 perunggu pada kejuaraan Pra Sea Games di Nay Pyi Taw Myanmar bulan Mei lalu, dan ini suatu prestasi yang sangat membanggakan," tambahnya.

Menpora Roy Suryo juga mengucapkan rasa terima kasih kepada UTI Pro yang telah mendatangkan atlet dari 22 Negara ke Kota Jogja pada event Turnamen Best Of The Best.

"Mudah mudahan kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara berkesinambungan dua tahun sekali, dan kami dari Kemenpora siap mendukung penyelenggaraannya," kata Menpora Roy Suryo.

Turnamen Internasional Best Of The Best UTI Pro mempertandingkan dua kategori Poomsae dan Kyurugi.

Sebanyak 22 Negara ikut ambil bagian dalam event tersebut diantaranya Korea Selatan, Australia, Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Luksemburg, dan tuan rumah Indonesia.

Selaku tuan rumah Indonesia menurunkan 300 taekwondoin yang terjaring melalui Kejurwil se Indonesia.