ATLET DIY : Alumni Mahasiswa Jogja Main Basket di SEA Games

Christian Ronaldo Sitepu (kiri), Anggito Abimanyu (tengah), dan Ponsianus Nyoman Indrawan (kanan) menunjukkan seragam Timnas Bola Basket Putra dalam SEA Games di Singapura pada Juni mendatang, Jumat (13/3/2015). (JIBI/Harian Jogja - Bernadheta Dian Saraswati)
14 Maret 2015 17:40 WIB Olahraga Share :

Atlet DIY sekaligus alumnis Kampus Jogja terpilih sebagai pemain Timnas Putra.

Harianjogja.com, JOGJA-Atlet bola basket yang juga alumni dua perguruan tinggi ternama di Jogja terpilih menjadi pemain Tim Nasional (Timnas) Putra dalam SEA Games XXVIII di Singapura Juni mendatang. Mereka adalah Ponsianus Nyoman Indrawan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Galank Gunawan dari Universitas Islam Indonesia.

“Ada juga Dodo atau Christian Ronaldo Sitepu alumni S-2 Trisakti yang bapak ibunya alumni Peternakan dan Fisipol UGM,” kata Ketua Umum PP Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi), Anggito Abimanyu, saat jumpa pers di University Club UGM, Jumat (13/3/2015).

Menurut dia, ketiga pemain Timnas ini telah membuktikan selain berprestasi di bidang olahraga, mereka juga unggul dalam pendidikan.

Selain Dodo, Nyoman, dan Galank, ada 12 pemain putra lain yang masuk dalam timnas. Seleksi masih akan terus dilakukan sampai akhir Maret, hingga hanya tersisa 12 pemain.

Lebih lanjut, Anggito menjelaskan berdasarkan Surat Keputusan (SK) No. 1/2015, Satlak Prima menetapkan keikutsertaan Timnas Bola Basket Putra dan Putri ke SEA Games 2015 di Singapura. Keputusan tersebut dikeluarkan berdasarkan evaluasi Satlak terhadap prestasi Timnas selama ini. Meski gagal meraih medali dalam SEA Games 2013, prestasi Timnas di arena ISG, POM ASEAN, dan SEABA cukup membanggakan sehinga layak diikutsertakan dalam SEA Games 2015.

“Kali ini kita turunkan para pemain terbaik. Targetnya, medali perak untuk putra dan perunggu untuk putri,” tegas Anggito.

Karena waktu persiapan SEA Games bersamaan dengan kompetisi National Basketball League (NBL) Indonesia maka pemusatan latihan nasional (pelatnas) dilaksanakan pada waktu kosong di antara seri-seri pertandingan NBL. Setelah NBL Indonesia berakhir, baru akan dilaksanakan pelatnas secara intensif berikut try out ke luar negeri.

Menurut Nyoman, basket Indonesia masih dipandang sebelah mata dari SEA Games sehingga personil yang tergabung dalam timnas selalu memanfaatkan waktu yang ada untuk latihan bersama.

“Setiap ada waktu kita latihan,” ungkap Nyoman.

Senada, Dodo juga mengatakan pemain harus mampu membagi waktu antara latihan menghadapi SEA Games dengan NBL Indonesia.

“Kami harus beri yang terbaik karena tim bola basket putra Indonesia kurang beri medali sehingga kami akan kerja keras. Kami bisa kasih hasil yang terbaik,” kata Dodo pada wartawan.