PORSENI BPDSI : Final Ricuh, Jatim Juara

Pemain Sulselbar berusaha mengejar wasit. (JIBI/Harian Jogja - Eka Tanjung)
04 Mei 2015 17:40 WIB Olahraga Share :

Porseni BPDSI antara Bank Jatim dan tim Sulselbar berakhir ricuh.

Harianjogja.com, JOGJA- Tim Jawa Timur berhasil menjadi juara di cabang sepak bola Porseni BPDSI XI. Dalam partai final di Stadion Sasana Krida AAU, Minggu (3/5/2015), tim yang diperkuat Bejo Sugiantoro, Mat Halil, dan Sutaji itu menang atas Bank Sulselbar dengan skor 2-0. Kemenangan Jatim dipersembahkan Slamet pada menit ke-4 dan Afandi pada menit ke-11.

Hingga peluit tanda berakhir pertandingan, skor masih tetap 2-0 untuk kemenangan Bank Jatim, sehingga Bank Jatim berhasil mendapatkan medali emas, sedangkan tim Sulselbar mendapatkan medali Perak, Juara ketiga diubah menjadi juara bersama atas kesepakatan Bank Papua dan Bank Sumut, sehingga pertandingan tim Bank Papua melawan Bank Sumut ditiadakan.

Sayangnya seusai laga kericuhan sempat terjadi. Sejumlah pemain Sulselbar mengejar dan memukuli wasit Sukri yang memimpin pertandingan seusai bunyi peluit pertanda pertandingan berakhir. Wasit Sukri langsung mendapatkan pengamanan dari pihak TNI yang mengawal keamanan pertandingan.

“Kami bermain tidak ada niat untuk rusuh, main keras di lapangan, keluar kembali berteman, itu tujuan kami," tutur Aqsa pemain sekaligus tim pelatih Sulselbar. Aqsa menambahkan, “seharusnya kompetisi ini diperuntukkan untuk pegawai BPD seutuhnya guna mempererat tali persaudaraan dan wasit harus profesional, " tandas Aqsa.

Pelatih Bank Jatim, Yusuf Eko Dono mengaku puas dengan hasil ini.

"Saya puas, anak-anak menunjukkan grafik yang bagus walau istirahat sebentar," tutur ayahanda Fandi Eko Utomo tersebut.

Menanggapi kericuhan yang terjadi, mantan pelatih Persebaya U-21 tersebut beranggapan bahwa kericuhan adalah hal yang lumrah bila tim kalah tidak puas.

"Ricuh itu lumrah di sepak bola, saya harap pertandingan selanjutnya dapat ditingkatkan keamanan dan pemilihan wasit harus tegas dan kuat mental, "tandas Yusuf.

Ketua Panpel Pertandingan, Ari Tata menyayangkan kejadian tersebut.

”Tadi ricuh gara-gara ada satu pemain menyulut kericuhan, namun tidak mengubah hasil pertandingan. Harapan selanjutnya, kita dukung sportivitas dan persahabatan, tidak ada saling berantem-berantem,” tandas anggota kelompok pengembangan teknologi dan informasi Bank BPD DIY tersebut.