AUSTRALIA TERBUKA 2016 : Usai Menangi Australia Terbuka, Djokovic Bidik Roland Garros.

02 Februari 2016 04:35 WIB Redaksi Solopos Olahraga Share :

Australia Terbuka 2016 telah selesai dan telah menjadikan Novak Djokovic sebagai juara. Berikutnya, target yang akan dicapai oleh Djokovic adalah memenangi Roland Garros dan menyapu bersih grand slam.

 

Harianjogja.com, JAKARTA -- Di era Open tenis putra baru ada petenis legendaris Rod Laver yang mampu merangkai empat titel grand slam dalam satu musim. Novak Djokovic kembali dihadapkan dengan tantangan itu usai menjuarai Australia Terbuka.

Laver, yang namanya juga diabadikan untuk lapangan utama di Melbourne Park, pernah dua kali secara komplet meraih empat titel grand slam di satu musim yang sama, yakni pada 1962 dan 1969.

Lebih jauh ke belakang sebelum era Open, ada pula nama petenis AS Don Budge yang secara lengkap menyandingkan empat titel grand slam di satu musim tahun 1938.

Tanpa melakukannya di tahun yang sama ada lima petenis putra lain yang mampu mengoleksi titel Australia Terbuka, Prancis Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka (Fred Perry, Roy Emerson, Andre Agassi, Roger Federer, dan Rafael Nadal).

Sementara itu Djokovic seumur-umur belum mampu meraih satu pun titel di Roland Garros walaupun sudah tampil dominan dalam dunia tenis belakangan. Musim lalu petenis Serbia itu menjadi kampiun Australia Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka tapi gagal di tanah liat Roland Garros.

Tiga titel grand slam dalam semusim pada tahun 2015 itu menyamai capaian Djokovic di tahun 2011. Bedanya, di tahun 2011 ia cuma sampai ke semifinal Prancis Terbuka sedangkan tahun lalu tunduk di partai puncak. Secara keseluruhan di Roland Garros, Djokovic sudah tiga kali jadi finalis.

"Itu satu-satunya yang belum pernah saya menangi, tapi saya pikir saya punya sebuah peluang bagus," ucap Djokovic usai menjuarai Australia Terbuka pada akhir pekan.

"Setiap tahun saya merasa kian dekat saja. Saya sudah ke tiga final (Prancis Terbuka)... Tentu saja saya akan kembali berusaha ada di posisi untuk meraih trof itu. Saya akan menyiapkan diri," tegasnya dalam wawancara dengan ESPN ketika itu.

Djokovic, yang kini menyamai rekor Emerson (sebelum era Open) sebagai petenis putra dengan titel paling banyak di Australia Terbuka, setidaknya akan kembali jadi favorit. Apalagi Djokovic sudah mencatatkan rekor tanding impresif 103-6 sejak putranya, Stefan, lahir pada Oktober 2014 lalu.

Sebagai satu-satunya petenis putra era Open yang pernah menyapu bersih grand slam dalam satu musim yang sama, Laver pun telah menyemangati Djokovic untuk mengikuti jejaknya.

"Ini bukan sebuah klub yang anggotanya (cuma) saya. Itu terbuka lebar. Saya pikir seseorang seperti Novak dalam perjalanan menuju pencapaian itu," sebut Laver sebelum final Australia Terbuka, seperti dikutip USA Today.

"Ya, ini memang baru awal. Saya ingat masa-masa saya dan Emerson jadi pesaing pada era kami. Setelah salah satu dari kami menjuarai Australia Terbuka, kami akan bilang, 'Sepertinya saya akan membidik (sapu bersih) Grand Slam'," tuturnya.

Memasuki Februari, Djokovic bukan cuma sudah punya satu titel grand slam melainkan juga memperlihatkan keperkasaan atas petenis-petenis top lain. Andy Murray dan Roger Federer sudah ia gasak di final dan semifinal Australia Terbuka. Di Doha, Qatar, Rafael Nadal pun dilibas straight set.

Djokovic sudah memenangi tiga pertemuan terakhir dengan Murray (22-9 secara keseluruhan), menang dalam dua pertandingan terakhir lawan Federer (23-22 secara keseluruhan), dan tidak terkalahkan dalam lima duel terakhir dengan Nadal (24-23 secara keseluruhan).

Kecenderungan yang ada memang memperlihatkan bahwa Djokovic kini di atas angin lawan empat petenis top tersebut. Tapi tentu masih banyak tantangan, semisal dari Stan Wawrinka (yang mengalahkan Djokovic di Roland Garros tahun lalu) atau Milos Raonic yang di semifinal Australia Terbuka memaksa Murray tanding lima set.