FORMULA ONE : Puasa Gelar Juara Dunia Sampai 10 Tahun Bakal Jadi Tragedi Buat Ferrari

Ferrari Formula One driver Sebastian Vettel of Germany drives in the pit lane after a tyre failure during the Belgian F1 Grand Prix in Spa-Francorchamps, Belgium, August 23, 2015. Formula One world champion Lewis Hamilton won the Belgian Grand Prix from pole position on Sunday to increase his lead over Mercedes team mate Nico Rosberg to 28 points with eight races remaining. REUTERS/Andrej Isakovic - Pool
14 Februari 2016 20:35 WIB Redaksi Solopos Olahraga Share :

Formula One 2016 menjadi pembuktian bagi tim Ferrari. Hal ini dikarenakan jika mereka gagal meraih gelar juara maka dipastikan tim kuda jingkrak ini akan mengalami tragedi karena puasa gelar selama 10 tahun.

 

 

Harianjogja.com, JAKARTA — Tim F1 dengan gelar juara dunia terbanyak itu kini sedang dalam periode kelam. Jika sampai gagal bertakhta lagi dalam dua tahun ke depan, itu dianggap sebagai bencana.

Sudah delapan tahun lalu sejak terakhir kali Ferrari menjadi juara dunia di balapan F1. Ketika itu di tahun 2007, Kimi Raikkonen mengantar The Prancing Horse menjadi yang terbaik.

Setelah itu Ferrari kalah bersaing dengan Red Bull dan kini Mercedes. Di musim lalu cuma tiga kemenangan didapat tim asal Italia itu, yang kesemuanya dikumpulkan Sebastian Vettel. Pada akhir musim Vettel hanya bisa duduk di posisi tiga klasemen, terpaut 100 poin lebih dari Lewis Hamilton di urutan teratas.

Apa yang diraih di musim 2015 sejatinya merupakan sebuah peningkatan lantara di 2014 Ferrari malah tak sekalipun memenangi balapan. Tapi itu semua tentu saja belum cukup memuaskan.

"Jika kami, entah bagaimana, gagal memenangi juara dunia hingga periode 10 tahun itu akan menjadi tragedi," seru Presiden Ferrari, Sergio Marchionne.

Ferrari begitu mendominasi balapan F1 pada awal periode 2000-an. Dari tahun 2000 sampai 2007 ada enam gelar juara dunia diraih Ferrari, di mana lima di antaranya dipersembahkan Michael Schumacher.

"Jika kami bisa meraih lagi kemenangan di F1 maka itu akan meningkatkan brand kami. Saya berbicara dengan salah satu dealer dan kami sepakat hasil di 2015 membantu meningkatkan lagi kredibilitas brand kami," lanjutnya di Crash.

"Kami menang (di 2015) karena kami kembali fokus pada tim dan mulai melakukan hal-hal yang benar-benar penting. Kedatangan (tim prinsipal baru) Maurizio Arrivabene banyak membantu kami," tuntas dia.