ASIAN PARA GAMES 2018 : Palembang dan Bandung Jadi Lokasi Cadangan Tuan Rumah Para Games

Sebanyak 49 atlet renang National Paralimpic Commitee dari 14 provinsi di Indonesia mengikuti pemusatan latihan renang di Kolam Renang Tirtomoyo, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2015). Para atlet difabel tersebut dipersiapkan untuk menghadapi Asean Paralimpyc Games di Singapura. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI - Solopos)
15 Februari 2016 14:35 WIB Redaksi Solopos Olahraga Share :

Asian Para Games 2018 akan digelar. Dua kota yakni Palembang dan Bandung ditetapkan sebagai lokasi cadangan tuan rumah Asian Para Games.

 

 

Harianjogja.com, JAKARTA — Palembang dan Bandung ditetapkan sebagai lokasi cadangan tuan rumah Asian Para Games (APG) 2018 meski secara resmi sudah ditetapkan jika ibukota Jakarta sebagai pusat pelaksanaan kejuaraan khusus atlet difabel tingkat Asia itu.

"Setiap kegiatan harus ada cadangan. Makanya kami telah menetapkan Palembang dan Bandung. Ada banyak pertimbangan kenapa kami memilih dua kota itu," kata Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Faisal Abdullah di sela pelantikan Dharma Wanita Persatuan di Kemenpora, Jakarta, Senin (15/2/2016).

Menurut dia, Palembang dan Bandung merupakan kota yang telah siap untuk menggelar kejuaraan yang satu paket dengan pelaksanaan Asian Games 2018. Kedua kota tersebut juga sudah mempunyai fasilitas yang mendukung meski banyak yang harus disesuaikan.

"Palembang sudah jelas memiliki kompleks Jaka Baring. Untuk Bandung punya fasilitas yang digunakan untuk PON 2016. Semuanya masih baru," kata pria yang juga menjadi Wakil Ketua Panitia Penyelenggara APG 2018 tu.

APG 2018 sesuai dengan penunjukan dari Asian Paralympic Committee akan digelar di Jakarta, 8-16 Oktober. Ada 18 cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada kejuaraan khusus difabel empat tahunan itu.

Faisal Abdullah menjelaskan, persiapan untuk menghadapi Asian Para Games 2018 mulai berjalan seiring dengan keluarnya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2 tahun 2016 tentang Asian Para Games 2018.

"Dasar kita sudah ada. Makanya persiapan harus segera dilakukan. Tidak hanya lokasi, namun persiapan atlet juga harus secepatnya dilakukan," katanya menegaskan.

Terkait dengan pembayaran kompensasi menjadi tuan rumah kejuaraan empat tahunan itu, pria asal Makassar menjelaskan jika sudah ada kesepakatan. Pada awalnya dana yang diminta sebesar 5 juta dolar, namun setelah dinegosiasi turun menjadi 2,5 juta dolar.

"Kita behasil menurunkan dana kompensasi karena kita punya wakil disana (Asian Paralympic Committee). Memang cukup a lot, tapi semuanya bisa terselesaikan," kata Faisal menerangkan.

Sementara itu, cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Asian Para Games 2018 diantaranya adalah atletik, renang, angkat berat, tenis meja, tenis kursi roda, bulu tangkis, bowling, boccia, panahan, football 7a-side, goalball, bola voli dudu, basket kursi roda, menembak, judo, catur, bowling lapangan dan anggar kursi roda.