PENCAK SILAT : KGPAA Paku Alam X Dapat Gelar Pendekar Silat

Sesepuh Sentana Dalem KPH. Notoatmodjo melepas keris yang dikenakan Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Suryodilogo kemudian mengganti dan memasangkan keris Kyai Bontit dalam upacara Jumeneng Dalem KGPAA. Paku Alam X di Bangsal Sewatama, Kopleks Pura Pakualaman , Jogja, Kamis (7/1/2016). Kanjeng Bendara Pangeran Haryo (KBPH) Suryodilogo dinobatakan menjadi KGPAA Paku Alam X menggantikan sang ayah KGPAA Paku Alam IX yang wafat pada Noember 2015. (Desi Suryanto - Harian Jogja)
26 Mei 2016 18:35 WIB Arief Junianto Olahraga Share :

Pencak Silat Perisai Diri memberikan gelar kehormatan kepada KGPAA Paku Alam X sebagai pendekar silat.

Harianjogja.com, JOGJA -- Keluarga Silat Nasional Indonesia (KSNI) Perisai Diri memberikan gelar kehormatan kepada KGPAA Paku Alam X menjadi pendekar silat, Sabtu (28/5/2016) mendatang.

Penobatan sendiri akan langsung dilakukan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Bangsal Srimanganti Kraton Yogyakarta.

Ketua Umum KSNI Perisai Diri DIY Bambang Susilo mengatakan,  pemberian gelar itu bukan tanpa alasan. Gelar pendekar kehormatan itu diberikan secara istimewa kepada orang-orang tertentu tanpa harus melalui proses seperti pada umumnya.

“Kebetulan Pak Dirdjo [RM Soebandiman Dirdjoatmodjo, pendiri KSNI Perisai Diri] adalah saudara sesusuan Paku Alam VIIII,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di Lt III Toko Buku TPK Jogja, Kamis (26/5/2015) siang.

Selain KGPAA Paku Alam X, lanjut Bambang, gelar pendekar juga diberikan kepada kedua pesilatnya, yakni Marsda Ras Rendro Bowo Sukmono dan Dwi Soetjipto.
Ia menjelaskan, keduanya merupakan pesilat senior KSNI Perisai Diri.

Marsda Ras Rendro Bowo Sukmono merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara. Jabatan terakhirnya adalah Inspektur Jenderal dan Perbendaharaan Angkatan Udara (Irjen TNI AU).
Sedangkan Dwi Soetjipto, terang Bambang, saat ini menjabat sebagai Direktur Pertamina.

“Keduanya sudah sedari muda mengikuti Perisai Diri. Sayangnya, saat pelantikan nanti, kemungkinan Pak Dwi [Dwi Soetjipto] kemungkinan berhalangan hadir,” imbuh Bambang.

Dengan dilantiknya ketiga orang itu sebagai pendekar, maka bertambah pula jumlah pendekar KSNI Perisai Diri di Indonesia. Hingga kini, jumlah pendekar KSNI Perisai Diri mencapai 156 orang. Sebagai wadahnya, maka dibentuk Dewan Presidium Pendekar yang beranggotakan 7 orang pendekar dan berpusat di Surabaya.

“Kalau di DIY sendiri, total pendekarnya ada 6 orang,” ungkapnya.