PANJAT TEBING : Indonesia Andalkan Speed untuk Asian Games 2018

JIBI/SOLOPOS/Dwi PrasetyaPANJAT DINDING- Pemanjat asal Dinamik UMS, Arif Rahman Hakim, melakukan panjatan kelas lead umum putra pada Sirkuit Panjat Tebing Kota Solo 20 tahun 2012 di Manahan Solo, Sabtu (10/3). < - i>
01 April 2017 15:22 WIB Jumali Olahraga Share :

Panjat tebing, kali ini ada 30 atlet DIY yang masuk Pelatnas

Harianjogja.com, JOGJA -- Sebanyak 30 atlet panjat tebing mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Jogja, 1 April 2017 hingga Februari 2018.

Baca juga : http://m.solopos.com/?p=806390">PANJAT TEBING : Target 2 Emas, 30 Atlet Ikuti Pelatnas di Jogja

Selama setahun, para atlet tersebut digembleng dengan berbagai metode latihan untuk Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Pelatih Timnas Panjat Tebing Caly Setiawan menyampaikan dari peta kekuatan dan persaingan yang ada di Asian Games 2018, sejauh ini Indonesia masih bisa diandalkan di nomor speed.

Sebab, hanya atlet dari Jepang yang akan menjadi pesaing terkuat di nomor ini. Sedangkan di nomor bolder, Caly berharap para atlet yang disiapkan mampu tampil optimal dan mampu mempersembahkan medali untuk tim Merah Putih.

"Kami akan berusaha. Akan kami optimalkan peluang yang ada," ungkapnya, Jumat (31/3/2017).

Menurut dia, ketiga puluh ini terjaring dalam Pelatnas setelah lolos dalam seleksi ketat melalui serangkaian Kejuaraan Nasional (Kejurnas) selama tahun 2015 dan peringkat berjalan tahun 2016.

Adapun alasan pemilihan Jogja sebagai tempat Pelatnas karena memiliki fasilitas panjat tebing yang memadai untuk berlatih.

Selain itu, perbedaan suhu udara antara Jogja dengan Palembang yang menjadi venue Cabor Sport Climbing Asian Games 2018 tidak jauh berbeda.

"Untuk latihan sementara kami fokuskan di sirkuit panjat tebing di Stadion Mandala Krida. Tetapi tidak menutup kemungkinan, kami optimalkan tempat lainnya. Yang jelas kami tidak pakai sirkuit panjat alam," imbuhnya.