Hamilton Bisa Kunci Juara Dunia di GP Meksiko

Lewis Hamilton menjuarai GP Spanyol Formula 1 2018 (Reuters/Juan Medina)
28 Oktober 2018 18:45 WIB Chrisna Chaniscara Olahraga Share :

Harianjogja.com, MEXICO CITY —Pembalap Mercedes Lewis Hamilton memiliki memori manis di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez, Mexico City. Musim lalu pembalap Mercedes itu menahbiskan gelar juara dunia keempatnya di GP Meksiko meski hanya finis di posisi kesembilan. Seperti deja vu, tahun ini sirkuit tersebut kembali berpeluang menjadi lokasi perayaan gelar juara dunia sang pembalap.

Ya, driver berjuluk The Boss itu hanya perlu finis di peringkat ketujuh untuk menyegel gelar juara di GP Meksiko. Dengan tiga balapan tersisa, tambahan enam angka sudah cukup bagi Hamilton yang kini unggul 70 poin dari Sebastian Vettel untuk menggaransi titel lebih cepat. 

Hamilton jelas tak ingin kembali melepas kesempatan emas setelah pekan lalu gagal memastikan gelar di GP Amerika Serikat. Digadang-gadang meraih juara seri untuk menyegel trofi, Hamiton justru hanya finis di peringkat ketiga. 

Hamilton sendiri amat bersemangat menyambut GP Meksiko yang akan digelar Senin (29/10/2018) dini hari WIB. Dia bahkan tak tertarik main aman dengan finis ketujuh untuk memastikan gelar juara dunia kelima sepanjang kariernya. 

Hamilton seperti merasa ada yang kurang ketika musim lalu harus merayakan gelar dengan hanya finis kesembilan di GP Meksiko. “Sebuah bonus tambahan saat Anda memenangi balapan untuk meraih gelar juara dunia. Tujuan saya adalah menang di balapan akhir pekan ini,” ujar Hamilton seperti dilansir BBC, Jumat (26/10/2018).

Namun demikian Hamilton harus tetap waspada mengingat performa Mercedes yang tak cukup baik di dua sesi latihan awal GP Meksiko. Tak seperti biasanya, Hamilton dan rekannya, Valtteri Bottas, hanya mampu mencatatkan waktu tercepat ketujuh dan ketujuh dan kesembilan di latihan bebas kedua. 

Mereka terpaut lebih dari satu detik dari Max Verstappen yang memimpin sesi tersebut. Tipisnya oksigen di sirkuit yang berada di dataran tinggi disebut berefek pada mesin Mercedes.  “Mesin kami mengalami overheating di sejumlah titik, kami harus melindunginya dengan menurunkan performa sebagai langkah pencegahan,” ujar Direktur Teknis Mercedes, James Allison. 

Sumber : JIBI/Solopos