Kompetisi Kelas Olahraga Diharap Mampu Cetak Atlet Muda

Ilustrasi olahraga catur - Harian Jogja
21 November 2018 08:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Olahraga Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Kompetisi Kelas Olahraga (KKO) tingkat SMP se-DIY yang diselenggarakan di Kulonprogo pada Jumat (16/11/2018) sampai Sabtu (17/11/2018) diharapkan mampu mencetak atlet muda berbakat Bumi Binangun.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Sumarsana mengatakan KKO merupakan ajang untuk evaluasi diri terhadap pembinaan olahraga bagi sekolah penyelenggara kelas olahraga. "Hal ini akan terlihat dari prestasi atlet dari masing masing sekolah," ucap Sumarsana, Selasa (20/11/2018).

Dia juga mengharapkan dari penyelenggaraan KKO ini akan lahir atlet atlet profesional yang mampu bersaing di kancah nasional dan internasional. "Saya sangat berharap banyak dri KKO di SMP melahirkan calon atlet2 di KP, khususnya di cabor2 individu," ucapnya.

KKO sendiri diselenggarakan setahun sekali pada setiap akhir tahun secara bergantian. Untuk tahun ini tiga sekolah di Kulonprogo mendapat jatah tuan rumah penyelenggara yaitu SMPN 1 Nanggulan, SMPN 1 Panjatan dan SMPN 2 Galur.

Pada gelaran KKO ini mempertandingkan delapan cabang olahraga antara lain, Sepakbola pa/pi, Bola Voli pa/pi, Bulutangkis pa/pi, Tenismeja pa/pi, Sepak Takraw pa/pi, Bola Basket pa/pi, Catur pa/pi, dan Atletik yang terdiri dari beberapa cabang. Adapun peserta KKO pada 2018 sebanyak 13 sekolah berasal dari seluruh Kabupaten/Kota.

Untuk Kulonprogo diwakilkan siswa SMP N 1 Nanggulan, SMP N 1 Panjatan, SMP N 2 Galur; Bantul yakni SMP N 1 Kretek, SMP N 2 Kretek, SMP N 3 Imogiri, SMP N 3 Pleret; Sleman diwakilkan SMP N 1 Kalasan, SMP N 2 Tempel, SMP N 3 Sleman; Gunungkidul yaitu SMPN 1 Playen, SMPN 1 Ngawen; serta kota Jogja yakni SMPM 13 Yogyakarta.

Hanya saja untuk gelaran KKO tahun ini perwakilan tuan rumah tidak ada yang berhasil masuk tiga besar peraih medali terbanyak. Hanya SMP N 1 Panjatan saja yang mampu meraih peringkat lima dengan raihan medali tiga emas, dua perak dan dua perunggu.

Sementara untuk dua sekolah lain, yakni SMP N 1 Nanggulan berada di peringkat 11 dengan raihan medali satu emas dan satu perunggu. Adapun SMPN 2 Galur berada di posisi buncit dengan hanya mengoleksi tiga perunggu.

Mengok hasil tersebut, Sumarsana akan melakukan evaluasi. Dia berencana mengundang para kepala sekolah dan KONI Kulonprogo.

"Di Dikpora juga ada dua bidang yaitu SMP dan Olahraga, nah kita akan koordinasikan itu untuk mencari solusi peningkatan prestasi," ucapnya.