IBL 2018/2019 : BP Jogja Tekuk Satya Wacana

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad (dua kanan) dan Presiden KIub Bima Perkasa Jogja, Edy Wibowo (tengah) mengangkat jersey klub bola basket asal DIY Bima Perkasa Jogja di Silol, Selasa (29/1)./Harian Jogja - Rheisnayu Cyntara
01 Februari 2019 17:56 WIB Jumali Olahraga Share :

Harianjogja.com, SURABAYA - Hasil positif ditunjukkan oleh wakil DIY Bima Perkasa (BP) Jogja pada lanjutan IBL 2018/2019 seri Surabaya, setelah menang 79-58 atas Satya Wacana Salatiga di GOR Pacific, Surabaya,Jumat (1/2/2019) sore.

Adalah David Atkinson yang mencatatkan 28 poin dan 12 rebound disusul David Seagers dengan 25 poin, 12 rebound, dan 5 asis di game kali ini.

Satya Wacana sempat unggul 18-14 di kuarter pertama. Kemudian keadaan berbalik. Bima Perkasa memimpin 34-31 saat jeda pertandingan. Di babak kedua, Bima Perkasa benar-benar meninggalkan Satya Wacana.

Pelatih BP Jogja Roul 'Ebos' Miguel Hadinoto mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Sebab, meski sempat mengalami masalah dengan banyaknya turnover pada kuarter pertama dan kedua, namun penampilan David Atkinson membaik di kuarter ketiga dan keempat.

"Di kuarter 3 dan 4 kami bangkit step by step. Kami terus maju, saat lawan mentok di angka 56. Kami sabar dalam bertahan maupun menyerang. Ini yang saya harapkan bisa terjaga di game selanjutnya," kata Ebos usai pertandingan.

Sementara David Seagers mengaku senang mampu membawa BP Jogja meraih kemenangan di kandang mantan tim lamanya, Pacific Caesar. "Rasanya senang kembali ke lapangan ini. Tapi saya adalah bagian dari BP Jogja. Saya profesional dan harus membawa tim saya menang," katanya.

Sementara pelatih Satya Wacana, Efri Meldi kecewa dengan kekalahan kali ini. Sebab, strategi menjaga ketat Seagers yang awalnya berjalan baik di dua kuarter awal, tidak mampu dilanjutkan di kuarter ketiga dan keempat.

"Pada kuarter satu dan dua bisa berjalan seusai rencana. Tapi di kuarter ketiga kacau. Beberapa kesalahan terjadi saat switch defense. Sampai di kuarter keempat, kami tidak bisa mengatasi pergerakan pemain mereka," ucapnya.