Kenangan Sauber & Kedatangan Alfa Romeo

Alfa Romeo - Motorsport
04 Februari 2019 17:25 WIB Chrisna Chaniscara Olahraga Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Nama Sauber mungkin hampir tak pernah dipandang sebagai penantang gelar juara di ajang Formula 1 (F1). Sejak berdiri 1993, tim asal Hinwil, Swiss, ini memang baru sekali merasakan podium juara di ajang balap jet darat. Itu terjadi 11 tahun silam saat Robert Kubica yang mengendarai BMW Sauber berhasil memenangi GP Kanada. Selebihnya Sauber hanya menjadi tim penggembira.

Namun jangan remehkan Sauber jika bicara soal pengembangan para pembalap muda. Tim ini pernah melahirkan driver jempolan seperti Kimi Raikkonen, Heinz-Harald Frentzen, Nick Heidfeld, hingga Nico Hulkenberg. Dari pembalap yang tidak dikenal pada 2001, Raikkonen menjadi pembalap papan atas bersama McLaren dan Ferrari. The Iceman bahkan menjadi juara dunia pada 2007 bersama Tim Kuda Jingkrak.

Di usianya yang menginjak 40 tahun ini, Raikkonen memutuskan kembali ke tim yang membesarkannya. Sayang, Raikkonen tampaknya tak bisa bernostalgia dengan nama Sauber yang terpampang di badan mobilnya. Mulai musim 2019, tim Sauber resmi berubah nama menjadi Alfa Romeo Racing seperti dilansir Motorsport, Jumat (1/2/2019). Alfa Romeo yang menjadi sponsor dan penyuplai mesin sejak 2018 awalnya masih akan mencantumkan Sauber sebagai nama tim (Alfa Romeo Sauber). Namun belakangan Alfa Romeo mengubah sikapnya. “Dengan senang hati kami mengumumkan partisipasi kami di F1 2019 sebagai Alfa Romo Racing,” ujar team principal Alfa Romeo, Frederic Vasseur.

Kebijakan ini bertolak belakang dengan pernyataan pendiri Sauber, Peter Sauber, tahun lalu, yang memastikan tim tak akan berganti  nama. Peter menegaskan Alfa Romeo hanya merupakan sponsor utama. Perubahan nama ini pun menandai kali pertama Alfa Romeo terlibat serius di F1 sejak musim 1985. Brand yang masih satu grup dengan Ferrari itu sempat berjaya di masa lalu dengan merengkuh dua gelar pertama F1 pada 1950 dan 1951. Vasseur mengatakan keputusan melepas embel-embel Sauber tak lepas dari pertimbangan olahraga sekaligus komersial.  “Kami akan melanjutkan pengembangan dari segala sektor, di saat yang sama tetap membiarkan gairah balapan, teknologi, dan desain untuk membawa tim melangkah ke depan,” lanjut Vasseur.

Meski nama Sauber kini telah menghilang setelah lebih dari 25 tahun berkiprah di F1, operasional tim masih akan dilakukan dari markas mereka di Hinwil, Swiss.