PROLIGA 2019: Putri Jakarta BNI 46 Bertekad Cetak Sejarah Saat Jumpa Bandung Bjb Pakuan

Dari kiri ke kanan: Imam Agus Faisal (manajer BNI 46 putri) dan Ayi Subarna (manajer Bank bjb Pakuan) - Harian Jogja/Jumali
22 Februari 2019 19:17 WIB Jumali Olahraga Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Tekad meraih kemenangan diusung oleh tim putri Jakarta BNI 46 saat menghadapi Bandung Bank bjb Pakuan pada perebutan peringkat ketiga pada Grand Final Proliga 2019 di GOR Amongraga, Sabtu (23/2/2019) siang.

Sebab, raihan kemenangan sekaligus menyabet peringkat ketiga akan membuat tim besutan Risco Herlambang mencatatkan sejarah baru. Hal ini menyusul, hasil kurang maksimal dari putri Jakarta BNI 46 dalam kurun waktu 8 tahun terakhir.

Sempat meraih juara di kategori putri pada 2010, prestasi dari putri Jakarta BNI 46 justru merosot. Mereka selalu gagal mengulang sejarah dengan meraih juara di Proliga 8 tahun terakhir. Prestasi tertinggi diraih oleh putri Jakarta BNI 46 setelah 2010 adalah di peringkat keempat pada 2015.

Manajer tim putri Jakarta BNI 46, Imam Agus Faisal mengatakan, secara target sejatinya timnya sudah memenuhi keinginan dari manajemen. Sebab, sejak awal, pihaknya menargetkan masuk empat besar. Meski demikian, putri Jakarta BNI 46 tetap akan tampil fight dan berusaha merebut posisi ketiga.

"Kami sudah masuk dan sesuai target. Tetapi kami akan mencari tempat terhormat di peringkat ketiga," katanya, Jumat (22/2/2019).

Akan tetapi, lanjut Imam, untuk merebut peringkat ketiga tersebut pihaknya harus kerja keras. Sebab, lawan yang dihadapi adalah Bandung Bank bjb Pakuan. Meski sempat meraih kemenangan 3-0 pada babak final four di Kediri, Sabtu (9/2/2019) lalu, namun hal itu tidak bisa dijadikan patokan. Sebab, perebutan di peringkat ketiga mental yang akan berbicara.

"Tim kami mendapatkan julukan tim milenial, banyak diisi oleh pemain muda. Kami adalah tim underdog, karena kekuatan sejatinya ada di Jakarta PGN Popsivo Polwan dan Jakarta Pertamina Energi. Jadi kami realistis mengejar posisi di peringkat ketiga. Dan kembali lagi ini masalah mental nanti saat berhadapan dengan Bandung Bank bjb Pakuan," lanjutnya.

Sementara Manajer Bandung Bank bjb Pakuan, Ayi Subarna mengungkapkan adanya perubahan komposisi pemain di musim 2019 membuat timnya gagal melaju ke grand final. Sebab, dengan komposisi pemain muda, target realisti dari timnya adalah meraih posisi ketiga. "Meski selama ini kami belum pernah menang dari Jakarta BNI 46, namun kami akan berusaha meraihnya," kata Ayi.