Nadal Bukan Lagi Raja Tanah Liat

Rafael Nadal - Reuters/Danielle Parhizkaran
13 Mei 2019 02:57 WIB Chrisna Chaniscara Olahraga Share :

Harianjogka.com, JOGJA — Rafael Nadal lebih banyak mengantongi gelar ketimbang menelan kekalahan ketika bertanding di turnamen lapangan tanah liat (clay court). Sejak 2005, Nadal telah membangun dominasi dengan memenangi lebih dari satu gelar turnamen clay court setiap musim.

Tahun lalu, Nadal bahkan sukses memboyong empat gelar dari lapangan tanah liat yang membuat predikatnya sebagai King of Clay Court sahih adanya. Namun petenis Spanyol itu mendadak kehilangan taji saat bertanding di lapangan favoritnya musim ini.

Terakhir Nadal terhenti di semifinal Madrid Open 2019 ketika dikalahkan petenis Yunani, Stefanos Tsitsipas, dengan skor 4-6, 6-2, 3-6, Minggu (12/5/2019). Hasil tersebut membuat petenis peringkat dua dunia itu tersingkir tiga kali beruntun di babak semifinal musim ini, start terburuknya di turnamen clay court sejak 2015.

Dia juga belum memenangkan satu gelar pun meski sudah memasuki pertengahan musim. Ini waktu terpanjang yang diperlukan Nadal untuk meraih trofi dalam satu musim sejak 2004. Tak hanya itu, ini kali pertama Nadal meninggalkan Madrid Open tanpa gelar sejak 15 tahun silam.

Nadal mengakui semifinal melawan Tsitsipas bukanlah malam terbaiknya. Namun dia menegaskan kekalahan tersebut bukan akhir dari segalanya. “Saya pikir yang terjadi saat ini lebih normal ketimbang yang terjadi dalam 14 musim terakhir. Anda harus menerimanya, ini alamiah,” ucap petenis 32 tahun itu dilansir ATP World Tour, Minggu.

Bagi Tsitsipas, ini adalah final turnamen Masters 1000 keduanya setelah dia juga lolos ke final Rogers Cup, Toronto, musim lalu. Saat itu Nadal yang mengakhiri perlawanannya di final. Kelolosan Tsitsipas ke partai puncak membuatnya berpeluang naik ke peringkat tujuh dunia, tergantung hasil final melawan Novak Djokovic yang digelar Minggu pukul 23.30 WIB.

“Saya tidak bisa membayangkan rasa lega saya. Ini tidak bisa dipercaya. Di satu titik, rasanya saya seperti kehilangan harapan karena saya telah kalah tiga kali beruntun dari Rafa,” ujar Tsitsipas. 

Sumber : JIBI/Solopos