240 Atlet Muda Kedu-DIY Ikuti Djarum Coaching Clinic di Magelang

Para atlet muda bulutangkis berlatih dalam Djarum Coaching Clinic di GOR Djarum magelang, Jumat (28/6/2019). - Harian Jogja/Nina Atmasari
29 Juni 2019 03:17 WIB Nina Atmasari Olahraga Share :

Harianjogja.com, MAGELANG-- Sebanyak 240 peserta mengikuti berbagai pelatihan dasar bulutangkis dari para legenda bulutangkis tanah air dan pelatih-pelatih asal PB Djarum dalam Djarum Coaching Clinic di GOR Djarum Magelang. Acara yang digelar oleh Bakti Djarum Foundation ini akan berlangsung 28 Juni hingga 2 Juli 2019.

Peserta yang merupakan atlet muda itu berusia 9-14 tahun dari klub-klub asal daerah eks karesidenan Kedu dan DIY, yakni Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung dan Wonosobo, Kota Jogja, Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul.

Para atlet muda dipilih berdasarkan prestasi di daerah masing-masing. Mereka mendapatkan ilmu teknik dasar bulutangkis dari sederet legenda bulutangkis dan pelatih PB Djarum seperti Fung Permadi, Hastomo Arbi, Bakri Yusuf, Christian Hadinata, Denny Kartono, Fran Kurniawan, Zelin Resiana, Sulaiman, Reni Ardhianingrum, Ronald Sandhuan, Edi Subaktiar, Aditya Sindoro dan Engga Setiawan.

Fung Permadi yang juga Manajer Tim PB Djarum mengatakan animo atlet muda untuk bermain bulutangkis semakin meningkat. "Mudah-mudahan meningkatnya animo ini diikuti dengan teknik dasar yang dimiliki para atlet," katanya, dalam konferensi pers, Jumat (28/6/2019).

Ia menilai coaching clinic seperti ini menjadi sarana berbagi ilmu untuk para atlet-atlet daerah, yang selama ini belum mereka dapatkan. Jika mereka selama ini mendapatkan pelatihan dari klub masing-masing, menurut legenda bulutangkis Indonesia era 90-an ini, ada beberapa perbedaan dengan pelatihan yag diterapkan legend dan pelatih PB Djarum dengan pelatih mereka.

Karenanya, lanjut dia, para atlet bisa melihat lebih luas dan mengikuti perkembangan teknik-teknik yang sebelumnya belum pernah didapatkan. "Intinya, kali ini saatnya saya dan rekan-rekan untuk berbagi," tegas Fung.

Dalam choaching clinic ini, pelatihan dasar menjadi target utama yang akan diberikan untuk seluruh peserta. Ia mencontohkan seperti teknik memegang pegangan raket, footwork dan cara memukul yang baik.

Menariknya, meski bukan ajang pencarian bakat, tidak menutup kemungkinan bakal ditemukan bibit potensial dalam pelitihan ini. Pihak PB Djarum, katanya, terus memantau para atlet muda ini.

Ketua Umum PBSI Kota Magelang, Kukuh Sri Santosa menyambut baik kegiatan ini, sebab akan memfasilitasi atlet muda untuk mengembangkan bakat mereka. "Semangat anak-anak di daerah untuk main bulutangkis, tinggi. Jika tidak ada fasilitas sponsor, daerah cukup berat untuk memfasilitasinya," katanya.

Christian Hadinata menambahkan dengan ada pelatihan seperti ini, para atlet muda akan mendapatkan sparing yang kompetitif sehingga terus memacu mereka untuk meningkatkan kemampuan. "Kegiatan seperti ini diharapkan lebih banyak digelar di daerah agar pembinaan bibit atlet merata," katanya.