Pembukaan Porda Akan Digelar Malam Hari

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (kiri) dan Ketua Koni DIY Joko Pekik dalam Soft Opening Porda DIY 2019, di halaman Balaikota Jogja, Minggu (1/9/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
02 September 2019 06:17 WIB Lugas Subarkah Olahraga Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Mengawali helatan olahraga tingkat provinsi Porda dan Peparda DIY 2019, Koni DIY beserta Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja selaku tuan rumah menggelar soft opening bertempat di halaman Balaikota Jogja, Minggu (1/9). Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menuturkan saat ini panitia penyelenggara kota sedang mematangkan beberapa agenda seperti opening, closing dan sebagainya. Ia merencanakan opening akan dilakukan malam hari pada 10 Oktober di Stadion Mandala Krida.

Pra event juga ada beberapa kegiatan, semoga bisa membawa gema Porda agar betul-betul terasa di masyarakat,” kata Heroe.

Ia menjelaskan saat ini sedang menggodog periapan torch relay atau obor, yang akan bersumber dari Gunung Merapi. “Kami menggaet pihak ketiga, kami masih menunggu presentasi mereka terkait posisi obor mau dari mana sampai mana,” kata dia.

Untuk opening ceremony ia targetkan 10.000 orang memadati Stadion Mandala Krida. Terkait kembang api yang dikhawatirkan mengganggu jalur udara, ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan BPO dan AURI. “Sebenarnya tidak teralu tinggi, tetapi tetap kami beritahu supaya penerbangan tidak terganggu,” kata Wakil Wali Kota.

Ia berharap dalam Porda kali ini atlet Kota Jogja mampu meraih juara umum. “Sehingga atlet-atlet merasa bangga selama dua tahun ini kami bina. Targetnya juara umum, atau paling tidak meningkat medalinya dibanding 2017 lalu,” kata dia.

Secara simbolik soft opening diresmikan dengan pemukulan bola dalam permainan gateball oleh Wakil Wali Kota Jogja dan Ketua Koni DIY Joko Pekik.

Ketua Koni DIY Joko Pekik menuturkan sedianya Porda akan dilaksanakan pada Oktober mendatang. Namun karena jadwalnya bersamaan dengan beberapa kegiatan seperti Pomnas, Popnas dan Pra Kualifikasi PON, maka sebanyak 13 cabang olahraga (cabor) dijadwalkan lebih awal, yakni September. “Tiga pertandingan awal meliputi gateball, basket dan judo,” kata dia.

Meski Porda merupakan pertandingan level daerah, ia berharap para atlet dan pelatih berusaha maksimal dan bisa melanjutkan prestasi ke tingkat nasional.

Gateball salah satunya akan segera mengikuti pra kualifikasi PON untuk menuju PON Papua 2020, sehingga para atlet bertanding semaksimal mungkin dengan mengedepankan jiwa sportivitas,” kata dia.

Ia mengungkapakan saat ini persiapan Koni DIY untuk Porda telah mencapai 90%. Jumlah atlet yang ikut bertanding dalam 38 cabor sebanyak 3.400 atlet. jumlah ini meningkat dibanding Porda tahun sebelumnya di Bantul, yakni sekitar 3.200 atlet.

“Dengan manajemen pertandingan yang bagus di masing-masing venue, kami berharap muncul bibit berkualitas. Jadi tidak sekadar bertanding dan menang dengan standar daerah. Harapan kami bisa meningkat ke nasional, bahkan lebih tinggi lagi,” jelas Joko.

Porda kali ini juga bersamaan dengan Peparda. Menurut Joko, ini merupakan suatu prestasi karena tidak mudah menggelar dua helatan besar dalam satu waktu. “Baru satu-satunya, Sea Games dengan ASEAN Paragames aja terpisah, Olimpic dengan Paralimpic juga terpisah. Ini bisa menjadi sebuah legacy bagi Pemkot saat ini,” katanya.