PB Djarum Hentikan Audisi Bulu Tangkis Mulai 2020

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. - PB Djarum
08 September 2019 18:07 WIB Stefanus Arief Setiaji Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Bakti Olahraga Djarum Foundation menghentikan ajang Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis mulai 2020. Pencarian bakat di sejumlah daerah pada tahun menjadi ajang terakhir.

Sejak 2006, Bakti Olahraga Djarum Foundation berkeliling ke sejumlah daerah di Indonesia untuk mencari bibit pemain potesial. Mereka diseleksi oleh PB Djarum dan masuk dalam pemusatan latihan yang dikelola oleh yayasan itu. Secara simultan Bakti Djarum Foundation juga menggelar turnamen khusus untuk atlet junior.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan penghentian kegiatan audisi sesuai dengan permintaan pihak terkait.

"Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kita menurunkan semua brand PB Djarum. Karena PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kita menurunkannya. Kedua, kaus yang dibagikan kepada anal-anak tidak akan kami bagikan lagi seperti sebelumnya, dan mereka akan memakai kaus asal klubnya masing-masing, dan itu sudah lebih dari cukup. Kita sudah memutuskannya, tidak ada deal-dealan lagi, diterima atau tidak, kita sudah memutuskan seperti itu," ujarnya dikutip dari keterangan resmi PB Djarum, Minggu (8/9/2019).

Yoppy menyatakan pihaknya akan mundur sementara waktu demi kebaikan semua pihak dan menghindari polemik berkepanjangan.

"Kemudian pada audisi kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kami memutuskan untuk menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kami hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," jelas Yoppy.

Keputusan pamitan itu untuk mengakhiri polemik berkepanjangan sejak beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai adanya unsur eksploitasi anak dalam audisi badminton ini karena terdapat logo Djarum yang sangat kental dengan nuansa rokok di tiap pengelanggaraan.

KPAI juga mendesak Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi tersebut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia