Kesaksian Tantowi, Atlet PB Djarum Dilarang Merokok

Pebulutangkis putra spesialis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad, ditemui usai latihan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (30/1/2019). - Suara.com/Arief Apriadi
10 September 2019 16:17 WIB Newswire Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Berhentinya audisi umum pencarian bakat bulutangkis PB Djarum menyusul polemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sangat disayangkan oleh Pebulutangkis nasional, Tontowi Ahmad.

Menurut Tontowi, tudingan yang dilayangkan KPAI terkait audisi PB Djarum sebagai ekspolitasi anak terselubung untuk memasarkan produk rokok lewat kaos para peserta, terlalu berlebihan.

Sebagai salah satu jebolan PB Djarum, Tontowi sadar betul bahwa PB Djarum memiliki komitmen tinggi terkait pelarangan merokok bagi atlet-atletnya.

"Di PB Djarum itu, atlet-atlet dilarang merokok. Bisa dikeluarkan. Saya saja [yang sudah di Pelatnas PBSI], kalau ketahuan merokok bisa dihukum, dikeluarkan juga," ujar Tontowi, Senin (9/9/2019).

"Tidak ada itu PB Djarum melegalkan atletnya merokok. Mereka tak pernah menekankan atletnya untuk merokok. Mereka justru melarang," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Djarum Foundation resmi menghentikan audisi umum pencarian bakat yang telah mereka selenggarakan sejak 2006. Pemberhentian itu dimulai pada 2020.

Keputusan Djarum Foundation menghentikan audisi lantaran dinilai KPAI telah melakukan praktik eksploitasi anak terselubung.

KPAI menilai brand image Djarum yang tersemat pada setiap kaos peserta audisi, merupakan usaha promosi produk rokok dengan memanfaatkan tubuh anak sebagai wadahnya.

Sumber : Suara.com