China Terbuka 2019, Susy Susanti Minta Semua Pemain Berburu Poin

Ganda campuran, Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti - badmintonindonesia.org
17 September 2019 08:02 WIB Andhika Anggoro Wening Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti mengimbau kepada para pemain elit untuk terus fokus berburu poin jelang Olimpiade Tokyo 2020. Dituturkan Susy, poin yang diraih para pemain di setiap turnamen sangatlah penting untuk merebut tiket olimpiade.

Turnamen China Terbuka 2019 BWF World Tour Super 1000 yang akan dilangsungkan pekan ini di Changzhou, China, dikatakan Susy sebagai salah satu kesempatan bagi para pemain untuk mendongkrak rangking mereka. Turnamen level Super 1000 ini tak hanya menawarkan hadiah yang tinggi yaitu sebesar satu juta Dollar AS, tapi juga poin yang tinggi.

Selain dari nomor ganda putra, Susy menyebutkan bahwa peluang gelar sebetulnya ada di nomor ganda campuran dan tunggal putra, namun penampilan para pemain di sektor ini masih belum stabil.

"Saat ini yang paling stabil memang ganda putra, tapi ada beberapa sektor yang punya kesempatan yaitu ganda campuran dan tunggal putra.  Pada tahun lalu di China Open Super 1000 tahun lalu, di Asian Games 2018, kita kan juga bisa dapat gelar dari tunggal putra," kata Susy kepada Badmintonindonesia.org, Senin (16/9/2019).

"Ganda campuran pun waktu itu bisa mengalahkan yang juara. Tapi kalau ketemu yang nggak juara, masih kalah juga. Jadi masih belum konsisten, belum yakin. Sebetulnya kematangan pemain itu bisa tertempa dari pertandingan demi pertandingan, banyak pengalaman dan pembelajaran," sambungnya.

Susy menambahkan bahwa di turnamen China Terbuka 2019 ini, para atlet bisa memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin dan membaca peluang dalam menghadapi lawan. Saat ini penghitungan poin ke Olimpiade Tokyo 2020 semakin sempit dan akan berhenti di kejuaraan Badminton Asia Championships 2020 di bulan April mendatang.

Indonesia mengirim seluruh pasukan terbaiknya ke turnamen China Terbuka 2019. Kejuaraan ini akan berlangsung pada 17-22 September 2019 di Olympic Sports Center Gymnasium. Pasangan rangking satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon serta juara bertahan tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting akan berlaga di turnamen ini.

Tim Indonesia akan mulai latihan dan menjajal arena pertandingan pada malam ini, Senin (16/9), mulai pukul 18.00 waktu Changzhou, atau sekitar pukul 17.00 WIB. 

Sumber : Bisnis Indonesia