Jadi Tuan Rumah, Indonesia Rebut 3 Podium International Challenge 2019

Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet (podium kanan) saat menerima hadiah Indonesia International Challenge (IIC) 2019 di GOR Djarum, Magelang, Minggu (27/10/2019). - Harian Jogja/Nina Atmasari
29 Oktober 2019 01:17 WIB Nina Atmasari Olahraga Share :

Harianjogja.com, MAGELANG-- Indonesia sebagai tuan rumah Indonesia International Challenge (IIC) 2019 berhasil rebut tiga juara dari lima kategori yang dipertandingkan. Prestasi tersebut diraih atlet kategori ganda campuran, ganda puteri dan tunggal putera.

Final pertandingan tersebut digelar di GOR Djarum, Magelang, Minggu 927/10/2019. Kategori ganda campuran ditorehkan oleh atlet Zachria Joshiano Sumanti/Hediana Julimarbela, ganda puteri oleh Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet dan tunggal putera oleh Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay

Pasangan Zachria Joshiano Sumanti/Hediana Julimarbela yang mengalahkan sesama wakil Indonesia Rian Agung Saputra/Tiara Rosalia Nuraidah, dengan skor 22-20, 21-14. Ini merupakan gelar perdana bagi pasangan tersebut sebab keduanya baru memulai duet dua bulan lalu pada ajang Vietnam Open 2019 BWF Tour Super 100.

“Dari awal kami nggak terpikir bisa sampai juara, tapi yang pasti kami selalu berusaha maksimal di setiap pertandingannya. Intinya kami tetap yakin dengan usaha kami dan berdoa. Pastinya senang dengan gelar juara kali ini. Semoga saja kedepannya bisa lebih baik lagi,” ungkap Zacharia.

Hediana menambahkan kemenangan tersebut membuat kepercayaan dirinya meningkat. "Senang bisa juara, tapi nggak nyangka juga karena memang dari awal lawannya sudah berat. Dengan gelar juara ini mudah-mudahan kepercayaan diri kami semakin meningkat," katanya.

Sementara itu, Rian Agung Saputro/Tiara Rosalia Nuraidah mengatakan bila Zacharia/Hediana tampil lebih siap di partai final kali ini. “Kalau sudah di final itu soal siapa yang lebih siap. Hari ini mereka jauh lebih siap dari kami, siap banget. Mereka juga berhasil memperlajari permainan kami. Kecewa sih pasti, tapi yang penting sudah berusaha maksimal,” tutur Tiara.

“Harus coba lagi di turnamen berikutnya. Semoga saja hasilnya bisa lebih baik lagi,” tambah Rian.

Di kategori ganda puteri pasangan Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet mengalahkan pasangan asal Jepang, Natsu Saito/Naru Shinoya, dengan skor 21-19, 21-18.

“Pastinya senang bisa juara, ini gelar pertama kami di turnamen internasional. Bangga juga karena perjuangan kami selama kejuaraan ini nggak sia-sia,” kata Pia Zebadiah Bernadet.

Anggia Shitta Awanda menambahkan dari awal dirinya tidak pernah berpikir untuk juara. "Kami coba fokus satu per satu. Berusaha main maksimal dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingannya. Senang bisa juara,” sambungnya.

Adapun Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay mengalahkan Sony Dwi Kuncoro dengan skor 21-13, 21-15.
Mengadapi lawan yang lebih senior dan sarat pengalaman, Ikhsan mengaku sempat gugup saat mengawali duel di game pertama. Namun setelah mendapatkan arahan dari pelatih, Ikhsan perlahan mampu tampil lebih percaya diri dan bermain dengan sangat efektif.

“Hari ini cukup tegang juga, apalagi di awal-awal game pertama. Tapi saya coba terus untuk fokus satu demi satu poin. Di pertandingan tadi saya harus main cepat dan nggak boleh kalah start dari lawan. Mas Sony sangat berpengalaman, karena saya masih muda, jadi saya manfaatkan kesempatan dengan bermain cepat,” kata Ikhsan yang sudah satu tahun tidak naik podium itu.

Sementara itu, Sony Dwi Kuncoro mengakui keunggulan lawan dan memuji penampilan apik yang diperlihatkan Ikhsan di sepanjang pertandingan yang berlagsung selama 32 menit itu.

“Hari ini dia bermain dengan sangat baik. Saya tahu Ikhsan pemain muda yang punya power dan kecepatan yang bagus. Di pertandingan tadi dia bisa membaca permainan saya dan antisipasinya sangat bagus. Ikhsan betul-betul siap untuk pertandingan hari ini. Semoga saja dia bisa menjadi pemain masa depan tunggal putra Indonesia,” tutur Sony Dwi Kuncoro.