IBL 2020: BP Jogja Pelototi Daftar Pemain Asing Jelang IBL Draft

Pertandingan antara BP Jogja melawan Timnas Indonesia pada turnamen Piala Raja 2019 di GOR Amongraga beberapa waktu lalu. - Instagram BimaPerkasajgja
07 November 2019 17:27 WIB Jumali Olahraga Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Kontestan Indonesia Basketball League (IBL) 2020 asal Jogja, Bima Perkasa Jogja, terus memantau pemain asing menjelang IBL Draft yang digelar di Jakarta, 12 November mendatang.

Saat ini tercatat ada 239 pemain asing dalam daftar yang diterima IBL dari agensi-agensi yang memiliki lisensi dari FIBA. Beberapa di antara mereka adalah pemain yang pernah tampil di IBL seperti Dior Lowhorn, Emilio Parks, Anton Waters, Raymond Miller, Anton Waters, Dalarian Williams.

Dalam daftar juga tertera beberapa pemain baru dengan pengalaman cukup mengilap di NCAA, NBA G-League, dan PBA. Mereka adalah Jalen Quinn Bradley (Lakeland Magic, NBA G-League 2017-2018), Glen Thomas Burns (Chicago St, NCAA 2017-2018), Ja’Michael Hawkins (SE Louisiana, NCAA 2015-2016), Christopher Allan Ellis (Ginebra San Miguel, PBA 2015-2017), dan Daniel Edward Hurtt (U of Siouxfalls, NCAA 2016-2017).

“Nama-nama tersebut masih kami pantau. Kami akan menyortir mereka. Gambaran sudah ada. Tetapi, semua tergantung draf nanti seperti apa? Apakah pemain tersebut sudah diambil tim lain atau tidak. Jika sudah diambil tim lain, kami juga harus menyiapkan antisipasi dan perubahan strategi,” kata pelatih Bima Perkasa (BP) Jogja Raul Miguel Hadinoto kepada Harian Jogja, Kamis (7/11/2019).

Pelatih yang akrab dipanggil Ebos ini enggan membocorkan posisi mana saja yang akan diisi oleh pemain asing di skuatnya nanti. Kendati demikian, Ebos menyatakan timnya berusaha mendapatkan pemain yang pas dengan tim. Tujuannya, pemain asing yang direkrut nantinya diharapkan mampu mendongkrak penampilan tim.

Pada IBL 2019, BP Jogja yang awalnya diperkuat oleh dua legiun asing yakni LeShaun Murphy dan David Adkinston, merombak tim. LeShaun Murphy dipulangkan dan digantikan oleh David Seagers. Pergantian pemain asing ini pun berdampak kepada prestasi BP Jogja. BP Jogja berhasil masuk dalam playoff bersama Stapac Jakarta, NSH Jakarta, Pelita Jaya Jakarta, Satria Muda Jakarta, dan Pacific Caesar Surabaya.

“Untuk IBL 2020 tentu kami ingin meraih target lebih baik. Sejauh ini kami sudah dapatkan delapan sampai sembilan pemain. Pada IBL 2020 kami pikir ada perubahan peta. Banyak tim yang melakukan pembenahan termasuk merekrut pelatih asing. Kami saat ini masuk pramusim dan akan matangkan tim di Piala Presiden dalam waktu dekat,” ucap Ebos.

Terpisah, Direkrut Utama IBL Junas Miradiarsyah menyatakan keberadaan IBL Draft sangat penting. Sebab, pemilihan pemain asing yang tepat akan berdampak kepada pencapaian prestasi dari peserta IBL 2020.

“Ini akan dipengaruhi skill, adaptasi terhadap pola dan sistem yang diminta pelatih . Saya berharap setiap klub mendapatkan pemain terbaik bagi mereka, sehingga persaingan dalam IBL 2020 akan semakin sengit,” katanya.

Junas mengungkapkan setiap tim memilih tiga pemain asing dengan tinggi tak lebih dari 200 sentimeter. “Mereka bisa memilih pemain untuk posisi mana saja, baik guard, forward maupun center,” ucap Junas.