Dapat Bonus Total Rp360 Juta, Zohri Akan Buka Usaha Toko Bangunan

Sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019). - Suara.com/Arief Apriadi
21 November 2019 12:27 WIB Newswire Olahraga Share :


Harianjogja.com, JAKARTA-- Tahun 2019 bisa dikatakan sebagai tahun gemilang bagi sprinter muda andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri. Zohri mendapat bonus Rp360 juta setelah mencatatkan prestasi gemilang sepanjang 2019. Dia tercatat empat kali memecahkan rekor pribadi baik di nomor 100 meter maupun 200 meter.

Rekor yang dicatatkan peraih medali emas Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018 itu antara lain pemecahan rekor sprinter tercepat Asia Tenggara yang dipegang Suryo Agung.

Pelari 19 tahun itu mencetak waktu 10,15 detik di semifinal nomor lari 100 meter putra Kejuaraan Atletik Asia 2019.

Hasil itu melampaui rekor Suryo Agung yang mencatatan waktu 10,17 detik di SEA Games 2009.

Kemudian Zohri turut mempertajam catatan waktunya menjadi 10,13 detik di final Kejuaraan Atletik Asia 2019.

Tak hanya sampai disitu, Lalu Muhammad Zohri kembali tampil gemilang di Golden Grand Prix Osaka, Jepang 2019.

Ia mencetak rekor pribadi dengan catatan waktu 10,03 detik yang juga menghantarkannya lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Sementara satu rekor lainnya dicetak Zohri di level nasional saat turun di Kejurnas Atletik 2019.

Dia memecahkan rekor nasional di nomor 200 meter putra dengan catatan waktu 21,14 detik, dan sekaligus mempertajam rekor junior atas namanya sendiri.

Zohri mengaku akan akan mengalokasikan bonus dari PB PASI untuk mendirikan usaha toko bangunan di kampung halamannya di Lombok.

"Bonusnya saya ambil untuk usaha. Karena kalau tidak untuk usaha tidak dikasih," ujar Zohri di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

"Uangnya untuk membeli tanah, buat usaha juga. Usaha makanan dan toko bangunan. Usaha toko bangunan sudah sekitar 95 persen, tinggal diisi, yang jaga kakak di Lombok," sambungnya.

Peraih medali perak Asian Games 2018 bersama tim estafet 4x100 meter putra itu menyebut ide usaha toko bangunan datang dari sang paman.

Sang paman, kata Zohri, menyebut usaha tersebut masih jarang ditemui di kampung halamannya. Bila ada, toko tersebut pun tak terlampau besar.

"Di sana tidak ada toko bangunan, jarang. Yang ada kecil-kecil, jadi menurut saya peluangnya besar," jelas Zohri.

"Saya kira orang pasti selalu butuh yang namanya alat-alat bangunan. Itu saya ngobrol dengan paman terkait idenya."

Sebelum membuat toko bangunan, Zohri juga telah membuka usaha minimarket di kampung halamannya. Minimarket tersebut dinamainya Zohri Mart.

"Sebenarnya mau buka minimarket lagi, tapi karena terlalu banyak saingan jadinya tidak jadi. Minimarket sebelumnya, Zohri Mart masih laku sampai sekarang," pungkas sprinter berjuluk Bocah Ajaib dari Lombok tersebut.

Sumber : Suara.com