Zohri Geber Persiapan ke Olimpiade 2020

Lalu Muhammad Zohri - Bisnis/Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
01 Januari 2020 16:02 WIB JIBI Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tiket menuju Olimpiade Tokyo 2020 sudah di kantong pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri. Kini, atlet asal Nusa Tenggara Barat itu fokus pada persiapan.

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyiapkan berbagai program untuk Zohri sepanjang 2020. “Kami menyiapkan beberapa uji coba,” kata manajer pemusatan latihan nasional cabang atletik, Mustara Musa, Senin (30/12).

Mustara mengatakan kejuaraan pertama yang bakal diikuti pelari asal Lombok berusia 19 tahun ini adalah di Perth, Australia, pada Februari mendatang.

Sebulan kemudian, Zohri bakal tampil di Kejuaraan Dunia Atletik 2020. Uji coba ketiga pada April 2020 di Doha. Sedangkan uji coba terakhir sebelum ke Tokyo adalah di Amerika Serikat pada Juni mendatang. “Jadi, ada empat uji coba sebelum ke Olimpiade,” katanya.

Tiket menuju Olimpiade didapatkan Zohri setelah berhasil melintasi garis finis di posisi ketiga dalam lomba lari 100 meter di Golden Grand Prix Osaka, Jepang. Torehan waktu yang dibukukan Zohri saat itu adalah 10,03 detik.

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) saat ini juga mulai mematangkan peluang atlet Indonesia yang bisa dikirim ke Olimpiade 2020. Zohri merupakan salah satu atlet yang diharapkan dapat menunjukkan prestasi di Tokyo nanti.

Penanggung jawab prestasi Indonesia untuk Olimpiade 2020, yang juga merupakan Sekretaris Jenderal KOI, Teuku Arlan Perkasa, saat ini tengah membentuk tim analisis untuk mendata potensi atlet yang lolos ke Olimpiade Tokyo.

“Untuk Olimpiade, tim ini akan mulai bekerja pada Januari guna mendata potensi meloloskan atlet,” ujar Arlan di kantor KOI, Jakarta, Ahad lalu. “Selanjutnya baru ke potensi medali dan setelah itu ke potensi emas.”

Selain Zohri, PB PASI menargetkan dua atlet lainnya dapat berlaga di Olimpiade nanti. “Kita ingin memberikan kesempatan kepada dua atlet terbaik kita atas nama Satwaturahman dan Emilia Nova," kata Mustara.

Sapwaturahman Sanapiah adalah atlet lompat jauh putra, sedangkan Emilia Nova merupakan atlet lari gawang 100 meter putri. Keduanya berhasil mempersembahkan medali emas di SEA Games 2019 di Filipina.

Sapwaturahman bahkan memecahkan rekor SEA Games dengan mencatat lompatan sejauh 8,03 meter. Keduanya juga meraih medali di arena Asian Games 2018. Sapwaturahman sukses mendapatkan medali perunggu. Adapun Emilia menyumbangkan medali perak.

PB PASI, kata Mustara, memberikan kesempatan bagi Sapwaturahman dan Emilia mengikuti kualifikasi Olimpiade 2020. Hanya, secara head to head dan limit Olimpiade, Mustara menyebutkan peluang keduanya cukup berat karena persaingan yang ketat di nomor itu.

Meski begitu, Mustara berharap Sapwaturahman dan Emilia mampu memperbaiki rekor pribadi yang mereka miliki. "Kami tetap dorong untuk peningkatan prestasi,” ucapnya.

Sebagai persiapan menuju Olimpiade, Emilia ingin kembali menjalani pemusatan latihan di Amerika Serikat seperti yang ia lakukan sebelum tampil di Asian Games 2018. Sebab, menurut Emilia, Negeri Abang Sam itu merupakan kiblat bagi para pelari gawang dunia.

Selain itu, ada banyak lomba lari gawang yang diselenggarakan di sana. “Untuk pengalaman bertanding saja yang banyak sehingga ketika menghadapi pertandingan sesungguhnya akan lebih siap,” kata Emilia.

Sumber : Bisnis Indonesia