IBL 2020: Komunikasi dan Turn Over Jadi Biang Kekalahan BP Jogja

Pemain BP Jogja Devin Gilligan (putih) berebut bola dengan pemain Louvre Surabaya di GOR Sahabat, Semarang - iblindonesia.com
10 Januari 2020 18:37 WIB Jumali Olahraga Share :

Harianjogja.com, SEMARANG - Hasil kurang baik didapatkan oleh wakil DIY, BPD DIY Bima Perkasa (BP) Jogja di ajang Indonesia Basketball League (IBL) 2020, Jumat (10/1/2020) siang.

Tim bermarkas di Gor Klebengan tersebut gagal meraih kemenangan usai ditekuk oleh Louvre Surabaya pada laga pembuka Seri I IBL 2020 di GOR Sahabat Semarang. BP Jogja kalah 71-81 dari Louvre Surabaya.

Dari Louvre, Savon Goodman catatkan dobel-dobel 28 poin, 19 rebound, dan 5 asis dari 12/20 tembakan. Langkah Savon diikuti oleh Michael Kolawole dengan 20 poin dan 9 rebound sedangkan Martavious Irving 13 poin.

Sementara dari BP Jogja, pemain asing Devin Gilligan jadi top skor tim dengan 24 poin dan 9 rebound dari 8/24 tembakan (33 persen). Sedangkan dibarisan pemain lokal ada Nuke Tri Saputra dengan 13 poin.

Tampil di laga pembuka, BP Jogja justru lebih banyak ditekan oleh Louvre sejak awal kuarter pertama. Louvre yang lebih offense langsung membukukan poin melalui Savon Goodman usai layupnya gagal dibendung oleh Restu Dwi Purnomo. Sementara usaha dari BP Jogja untuk mengimbangi permainan Louvre masih belum maksimal. Alhasil di kuarter pertama, Louvre memimpin 26-18.

Masuk kuarter kedua, BP Jogja meningkatkan serangan. Akurasi tembakan yang semula hanya 26 persen naik hingga 50 persen. Perlahan tetapi pasti, BP Jogja mampu menguasai permainan dan menyudahi kuarter kedua dengan membalikkan keunggulan menjadi 49-42 untuk keunggulan BP Jogja.

Pada kuarter ketiga, kedua tim mencoba menaikkan tempo permainan. Hal ini membuat akurasi tembakan dari kedua tim mengalami penurunan. BP Jogja sendiri harus puas, kuarter ketiga diambil alih oleh Louvre usai mencatatkan keunggulan 61-60.

Masuk kuarter terakhir, banyak kesalahan dilakukan oleh pemain BP Jogja. Louvre yang bermain efektif mampu memaksimalkan poin demi poin, hingga mengakhiri perlawanan BP Jogja dengan kemenangan 81-71.

Pelatih Louvre Surabaya Andika Saputra mengakui sempat mengalami kesulitan di game awal. Selain karena tampil perdana, konsistensi permainan Galank Gunawan dan kawan-kawan juga belum terjaga.

“Ke depan kami harus memperbaiki masalah konsistensi permainan,” kata Andika.

Sementara pelatih BPD DIY BP Jogja Roul “Eboss” Miguel Hadinoto menyatakan, banyak kesalahan yang dilakukan oleh anak asuhnya.

“Terlalu banyak turn over. Anak-anak kurang agresif dan kurang hustle. Selain itu, komunikasi antarpemain juga tak mulus sehingga kerap terkena foul-foul yang tidak perlu,” keluhnya.

Sementara pemain BP Jogja, Devin Gilligan mengungkapkan, jika sejatinya, timnya punya peluang untuk menang tetapi gagal diwujudkan.

“Ada beberapa momentum yang yang tak bisa dimanfaatkan. Kami harus lebih baik di pertandingan berikut,” katanya.