BATC 2020: Kalahkah Malaysia di Final, Indonesia Juara

Kevin Sanjaya-Marcus Fernaldi Gideon di BATC 2020 - Badminton Indonesia
16 Februari 2020 19:27 WIB Andhika Anggoro Wening Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia menjuarai Badminton Asia Team Championships 2020 seusai mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1 pada final di Rizal Memorial, Minggu (16/2/2020).

Gelar juara Badminton Asia Team Championships 2020 ditentukan lewat ganda putra Mohammad Ahsan/Fajar Alfian yang mengalahkan Ong Yew Sin/Teo Ei Yi dengan skor 21-18 dan 21-17. Gelar  ini merupakan yang ketiga beruntun untuk Indonesia setelah di tahun 2016 di India dan 2018 di Malaysia.

Malaysia sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 usai Jonatan Christie yang turun di partai ketiga melawan Cheam June Wei kembali tampil kurang meyakinkan dan kalah lewat pertarungan tiga game 16-21, 21-17 dan 21-23.

Sebelumnya Indonesia langsung unggul 2-0 atas Malaysia pada babak final Badminton Asia Team Championships 2020 setelah kemenangan Anthony Sinisuka Ginting dan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Pasangan rangking satu dunia ini mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 22-20, 21-16.

Meski menang dua game langsung, Kevin/Marcus sempat ketinggalan dan nyaris kehilangan game pertama saat tertinggal 18-20. Namun Kevin/Marcus berhasil merebut empat poin berturut-turut hingga akhirnya memenangkan game pertama.

Kemenangan game pertama membuat Kevin/Marcus semakin percaya diri, mereka terus unggul jauh dalam perolehan angka. Sebaliknya, Chia/Soh banyak melakukan kesalahan sendiri.

"Di game pertama, mereka lebih siap dari kami, sepertinya mereka benar-benar sudah menyiapkan strategi. Mereka nggak gampang mati, saya sendiri masih banyak cari-cari permainan, masih banyak pukulan yang tanggung. Waktu game pertama bisa menang, di game kedua lebih enak mainnya," komentar Kevin soal permainan.

"Waktu ketinggalan 18-20 di game pertama, kami hanya coba lakukan yang terbaik dulu. Pertahanan lawan rapat sekali, blocking-nya juga bagus. Di game kedua, kami lebih enak feeling-nya, sudah lebih ketemu cara mainnya," tutur Marcus.

Sebelumnya, Anthony Sinisuka Ginting membuka jalan bagi tim putra Indonesia dengan memetik kemenangan atas Lee Zii Jia, tunggal putra pertama Malaysia dengan skor 22-20, 21-16. Indonesia sementara unggul 1-0 atas Malaysia di babak final Badminton Asia Team Championships 2020.

Pertandingan berlangsung begitu seru di game pertama. Anthony dan Lee terus berkejaran angka hingga 20-20. Dalam adu setting yang menegangkan, Anthony bermain lebih stabil, sedangkan Lee membuat kesalahan sendiri dengan membuang bola terlalu melebar ke samping lapangan.

Pada game kedua, Anthony unggul jauh 15-10, ia berhasil memanfaatkan kesempatan saat Lee bermain dalam tekanan dan membuat kesalahan beruntun.

“Puji Tuhan saya bisa selesaikan permainan dengan baik tanpa cedera. Saya senang bisa sumbang satu poin, di pertandingan beregu satu poin sangat berharga,” kata Anthony dalam situs resmi PBSI.

“Di game pertama dia berusaha banyak menyerang, saat itu saya banyak angkat bola. Postur lawan kan tinggi, shuttlecock juga kencang, saya tidak bisa bikin dia lari-lari. Saya berusaha untuk tidak angkat bola, tidak memberikan dia kesempatan menyerang,” tutur Anthony.

“Di akhir game kedua, dia seperti buang-buang poin, saya coba ikuti saja mainnya, tapi tetap tidak kasih angin dan terus menekan lawan,” lanjutnya.

Di bagian putri, Jepang menjadi juara setelah mengalahkan Korea Selatan 3-0. Gelar ini sekaligus membuat Jepang mempertahankan juara setelah di tahun 2016 juga menjadi yang terbaik usai mengalahkan China dengan skor 3-0.

Bertanding di Rizal Memorial, Minggu (16/2/2020), angka pertama Jepang diraih oleh Akane Yamaguchi yang mengalahkan tunggal putri Korsel, An Se Young lewat pertarungan tiga dengan skor 21-18, 19-21 dan 23-21 dalam tempo 1 jam 23 menit.

Di partai kedua, Jepang menambah angka setelag ganda putri, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota mengandaskan perlawanan Lee Soo Hee/Shin Seung Chan dengan 21-16 dan 21-16 dalam tempo 53 menit.

Jepang akhirnya menjadi juara setelah di partai ketiga tunggal putri kedua Sayaka Takahashi mematahkan perlawanan Sung Ji Hyun dengan dua game 21-16 dan 21-12.

Dua partai yang tidak dimainkan adalah pertandingan keempat Nami Matsuyama/Chiharu Shida melawan ganda Korsel Kim So Yeung/Kong Hee Yong.

Sedangkan di partai pamungkas ada bertanding tunggal terakhir Aya Ohori melawan Kim Ga Eung.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia