Tak Jadi di Jepang, Indonesia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Panjat Tebing Asia

Penampilan Sabri di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2018 di Tai'an, Tiongkok, Minggu (13/5/2018). - Xinhua
11 Maret 2020 07:57 WIB Newswire Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengajukan diri menjadi tuan rumah pengganti Kejuaraan Panjat Tebing Asia pada April mendatang yang seharusnya dilaksanakan di Morioka, Jepang, pada Mei.

Namun, Federasi Panjat Tebing Internasioanl (IFSC) Asia memutuskan untuk memindahkan lokasi dengan alasan kekhawatiran penyebaran virus Corona yang mewabah di Negeri Sakura itu.

"Kami sudah kirim surat kepada IFSC dan saat ini sedang voting," ujar Ketua Umum FPTI Yenny Wahid di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Apabila Indonesia berhasil terpilih menjadi tuan rumah kejuaraan tersebut, Yenny mengatakan FPTI pun telah menyiapkan sarana dan prasarananya yang ada di Jakarta International Sport Climbing di Cakung, Jakarta Timur. Sementara penyelenggaraannya dijadwalkan digelar pada 19-22 April mendatang.

Indonesia memberanikan diri menjadi tuan rumah kejuaraan Asia itu setelah mengetahui bahwa tim panjat tebing Indonesia untuk bisa tampil di Olimpiade 2020 menipis.

"Kami berharap bisa berhasil karena peluang atlet kami lolos bisa 30 persen. Sementara kalau tidak digelar sama sekali bisa nol persen karena itu peluang kami satu-satunya," katanya.

Peluang itu dikatakan menipis sebab pada ajang kualifikasi IFSC Combined Qualifier di Toulouse, Prancis pada November 2019 lalu, dua atlet andalan, yakni Aries Susanti Rahayu dan Alfian M. Fajri gagal tembus enam besar yang merupakan syarat meraih tiket ke pesta olahraga empat tahunan itu.

Pada kejuaraan yang mempertandingkan nomor combined atau kombinasi antara lead (panjat tebing dengan belayer), speed (adu cepat), dan boulder (panjat tebing tanpa pengaman tali) itu, Aries hanya mampu finis di urutan ke-16, sedangkan Alfian menempati posisi ke-13.

Yenny juga tak menampik bahwa atlet panjat tebing hanya unggul di nomor speed dan tak bisa berbicara banyak pada nomor lead dan boulder.

Namun bagaimanapun, Yenny bertekad federasinya bakal tetap berusaha semaksimal mungkin pada kejuaraan Asia nanti.

"Tugas dari federasi adalah mencoba semua peluang yang ada. Ini harus kami ambil sehingga atlet bisa maksimal. Itu yang terpenting, kami coba dulu setipis apapun peluangnya," kata putri mantan Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid itu.

Sumber : Antara