Formula E Ditunda, Ini Alasan Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - JIBI/Bisnis.com/Aziz Rahardyan
11 Maret 2020 21:07 WIB Aziz Rahardyan Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghentikan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) serta menunda ajang balap mobil listrik Formula E di Jakarta untuk mengendalikan penyebaran virus Corona (Covid-19).

"Di beberapa tempat, kita cek baik di Italia, di Amerika Serikat, maupun di Iran. Mereka cenderung tidak ketat di dalam membatasi ruang interaksi. Begitu kasusnya meningkat drastis, baru dilakukan pengetatan. Tapi, ada negara yang melakukan pengetatan dari awal. Singapura, Vietnam, Selandia Baru. Mereka melakukan pengetatan dari awal, pengendalian itu dilakukan," kata Anies, Rabu (11/3/2020).

Menurutnya, belajar dari pengalaman negara-negara lain, pengetatan interaksi masyarakat sejak awal ini penting karena dampaknya signifikan. CFD atau HBKB akan ditiadakan hingga dua minggu ke depan,

"Sesudah dua minggu, kita akan pantau lagi. Ini kita lakukan sambil melihat bagaimana perkembangan penularan corona virus. Sesudah dua minggu, nanti kita review. Tapi, hari Minggu depan dan Minggu berikutnya, HBKB ditiadakan."

Formula E

Formula E ditunda dari jadwal penyelenggaraan sebelumnya, yakni 6 Juni 2020. Menurut Anies, risiko yang mungkin terjadi akibat pemaksaan berlangsungnya E-Prix Jakarta terlalu besar bagi Jakarta bila begitu banyak wisatawan datang dari negara-negara yang memiliki kasus corona.

"Kita tidak ingin mengorbankan keselamatan warga demi pencapaian perekonomian. Memang Formula E memberikan dampak ekonomi yang besar, tapi bila punya risiko untuk warga, maka kita tund. Formula E dan FIA menyetujui itu," ungkap Anies.

"Italia 18 hari yang lalu sama dengan kita hari ini. Sebanyak 18 hari yang lalu dan sekarang di Italia, kasusnya lebih dari 9.000. Kita tidak ingin Jakarta mengalami seperti itu. Tapi untuk tidak mengalami seperti itu, kita harus melakukan langkah-langkah pembatasan kegiatan warga," tambahnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia