Pelatnas Balap Sepeda Butuh Alat Latih Virtual

Atlet balap sepeda BMX nasional Elga Kharisma Novanda - Antara/Zabur Karuru
14 April 2020 22:27 WIB Newswire Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pelatih kepala balap sepeda Indonesia Dadang Haries Poernomo, melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (13/4/2020), mengatakan bahwa saat ini timnas balap sepeda lebih banyak menghabiskan waktu latihan indoor sebagai pencegahahan penyebaran COVID-19.

Namun ternyata latihan tersebut diakuinya masih kurang maksimal sehingga dibutuhkan perlengkapan lainnya.

“Peralatan virtual training itu sudah digunakan pebalap sepeda dunia khusus nomor trek yang menjalani latihan indoor. Keberadaan virtual training itu bukan hanya bisa menghilangkan kejenuhan, tetapi juga mendukung peningkatan prestasi para pebalap khusus nomor trek," ujar Dadang.

Dengan peralatan virtual training yang terkoneksi dengan internet itu, lanjut Dadang, para pebalap trek bisa mengikuti program latihan seperti yang dijalankan pebalap luar negeri dan mengikuti lomba-lomba yang ada.

Selain peralatan virtual training, para pebalap nomor trek dan BMX itu, kata Dadang, juga membutuhkan tempat gym. Sebab, area gym yang ada di Malang maupun Banyuwangi kini sudah tidak beroperasi di tengah kondisi pandemi COVID-19.

“Kita sangat membutuhkan peralatan gym karena selama ini menggunakan gym yang ada di Malang dan Banyuwani. Peralatan itu kan bisa digunakan secara bergantian para pebalap pelatnas Olimpiade baik nomor trek maupun BMX," ujarnya lagi.

Di tengah pandemi virus corona yang melanda hampir seluruh dunia, pelatnas balap sepeda untuk Olimpiade Tokyo masih terus berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Tempat latihan balap sepeda itu terbagi di dua daerah, yaitu Malang untuk nomor trek dan Banyuwangi untuk BMX.

Sebelumnya, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) telah mendapat jatah anggaran Rp6,2 miliar dari Kemenpora untuk pelatnas Olimpiade yang penyelenggarannya diundur ke tahun 2021.

Sumber : Bisnis Indonesia