Olympic Solidarity Tambah Dana untuk Peserta Olimpiade Tokyo

Seorang anak berpose untuk foto dengan cincin Olimpiade di depan Museum Olimpiade Jepang di Tokyo, Jepang, Senin (17/2/2020)./Antara - Reuters
27 April 2020 08:02 WIB Newswire Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Olympic Solidarity menaikkan dana bantuan US$25,3 juta (Rp390 miliar) untuk National Olympic Committee (NOC) dan atlet yang berpartisipasi di Olimpiade Tokyo yang pelaksanaannya diundur hingga tahun depan.

Tambahan anggaran tersebut ditujukan untuk meringankan beban NOC atas penundaan Olimpiade 2020 selama setahun yang justru memunculkan masalah baru, terutama mengenai anggaran.

Bukan hanya tuan rumah Jepang yang pusing karena harus menanggung biaya tambahan, NOC dan para atlet dari tiap negara pun menjadi pihak yang terdampak atas penangguhan tersebut.

Olympic Solidarity didirikan oleh Komite Olimpiade Internasional pada 1961 untuk mengatur bantuan bagi seluruh NOC yang disalurkan lewat berbagai program dan beasiswa.

Dikutip dari laman resmi Olimpiade pada Minggu (26/4/2020), dana bantuan dari Olympic Solidarity yang dialokasikan kepada program subsidi International Olympic Committee (IOC) untuk partisipasi dari NOC di Olimpiade itu kini totalnya US$57 juta (Rp880 miliar).

"Sebagai respons atas kebutuhan anggaran yang meningkat akibat penundaan Olimpiade Tokyo, Olympic Solidarity meningkatkan anggaran yang dialokasikan bagi NOC yang berpartisipasi di Olimpiade," demikian pernyataan IOC.

Dana bantuan untuk NOC itu digunakan mencakup biaya perjalanan dan akomodasi kontingen menuju dan selama Olimpiade nanti. Biaya bantuan tersebut akan diberikan kepada NOC berdasarkan aplikasi mereka.

Dana itu juga akan disalurkan untuk program atlet yang mencakup beasiswa untuk atlet partisipan Tokyo 2020, dana hibah tim, dan dukungan kepada atlet pengungsi. Total ada sekitar 1.600 atlet dari 185 negara yang bakal mendapatkan dana bantuan tersebut.

Sumber : Bisnis Indonesia