Tim NBA Akan Dilibatkan dalam Studi Antibodi Covid-19

Foto dokumentasi 7 Oktober 2019 - Logo NBA di sebuah sudut kota New York, Amerika Serikat/Antara - REUTERS/Brendan McDermid
21 Mei 2020 10:02 WIB Newswire Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah studi terkait antibodi virus corona atau Covid-19 siap dilakukan dengan melibatkan tim-tim bola basket profesional yang berlaga di NBA.

Studi tersebut bakal dipimpin oleh Minnesota Timberwolves dan pusat pendidikan medis Mayo Clinic, Rochester, Minnesota. Studi itu bertujuan untuk mengetahui persentase pemain, pelatih, eksekutif serta staf tim-tim NBA yang sudah memiliki antibodi terhadap virus corona jenis baru, demikian dilaporkan ESPN, Rabu (20/5/2020).

Dr. Robby Sikka, ahli obat dan teknologi yang dipekerjakan Timberwolves sejak 2019 untuk optimalisasi kesehatan pemain mereka, dipercaya bakal memimpin studi tersebut. 

"Kami mempelajari penyakit ini. Dalam dua bulan terakhir banyak yang kami pelajari. Jika dalam dua bulan ke depan, kami mempelajari lebih lanjut, memitigasi risikonya, maka kita semua akan bergerak lebih cepat mengetahui kapan waktu yang cukup aman untuk kembali bertanding," ujar Sikka.

Tim-tim NBA belakangan mulai membuka fasilitas latihan mereka, tetapi jajaran petinggi liga masih terus mencari cara paling aman untuk beraktivitas dan memitigasi risiko ketertualaran di antara pemain dan pelatih.

Studi yang dipimpin Sikka dan Timberwolves itu diharapkan bisa rampung pada Juni 2020.

Sebelumnya, pada pertengahan April, Universitas Stanford sudah menjalankan studi serupa di antara para pekerja di liga bisbol Amerika Serikat, Major League Baseball (MLB).

Studi itu menemukan hanya 0,7 persen dari populasi sampel tersebut yang sudah positif memiliki antibodi Covid-19.

Pandemi Covid-19 sudah memakan korban di kalangan pebasket NBA, termasuk ibu dari bintang Timberwolves Karl-Athony Towns, yang meninggal karena mengidap penyakit itu pada 13 April.

Sebelum ibunya meninggal, Towns sudah mendonasikan 100 ribu dolar AS untuk membantu Sikka dan koleganya di Mayo Clinic menjalankan riset terkati Covid-19.

Sumber : Bisnis Indonesia