Borobudur Marathon 2020 Akan Digelar Secara Virtual dan Real

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (tengah), didampingi Dirut Bank Jateng, Supriyatno, dan Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chi An, menggelar jumpa pers di Puri Gedeh, Kota Semarang, Selasa (8/9/2020). - Semarangpos.com/Imam Yuda S.
09 September 2020 07:57 WIB Imam Yuda Saputra Olahraga Share :

Harianjogja.com, SEMARANG – Meski Pandemi Covid-19 masih melanda Tanah Air, agenda tahunan Borobudur Marathon akan kembali digelar. Mengikuti protokol kesehatan, Borobudur Marathon akan digelar secara virtual dan real run atau elite. Meski demikian, event ini dijamin tak berkurang gregetnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengakui Borobudur Marathon 2020 terpaksa digelar berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini, event Borobudur Marathon akan digelar dengan dua konsep, yakni secara virtual dan real run atau elite.

Baca juga: David Beckham dan Victoria Terinfeksi Virus Corona Setelah Berpesta

Pada konsep virtual, Borobudur Marathon boleh diikuti seluruh kalangan. Meski demikian, peserta tidak akan menjalankan perlombaan di sekitar kawasan Candi Borobudur.

Peserta bisa mengikuti lomba dari mana pun sesuai dengan keinginannya. Mereka hanya wajib mengirimkan rekaman video lari yang telah ditempuh kepada panitia.

Sementara itu, untuk konsep elite, para peserta akan menjalankan lomba secara langsung. Perlombaan akan mengambil start dan finis di Taman Lumbini Candi Borobudur pada 15 November nanti.

Baca juga: Alfred Riedl Meninggal Dunia, Punya Riwayat Penyakit Sejak Lama

Konsep elite nantinya hanya diperuntukkan bagi peserta dari kalangan atlet nasional. Atlet yang diundang pun didasarkan pada pilihan Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Pertahankan Spirit Berlari

“Dengan tetap dilaksanakan [Borobudur Marathon], harapannya spirit berlari masih ada. Event-nya tidak hilang. Selain itu, ini menjadi cara untuk adaptasi kebiasaan baru. Apa yang baru? Ya pesertanya jadi sedikit, lari secara virtual, dan lain-lain,” ujar Ganjar saat dijumpai wartawan di rumah dinasnya, Selasa (8/9/2020).

Sementara itu, Sekjen PB PASI, Tigor Tanjung, berharap Borobudur Marathon menjadi trial bagi para atlet nasional yang selama ini mengalami kevakuman berbagai ajang sejak pandemi Covid-19.

Kompetisi dari para atlet nasional inilah yang akan membuat Borobudur Marathon tidak akan kehilangan pamor. Meski pun, Borobudur Marathon kali ini minus keikutsertaan para atlet dari luar negeri, seperti dari Benua Afrika.

“Ini menjadi kesempatan bagi atlet nasional untuk menjajal kemampuan. Saat ini tidak ada pertandingan untuk menguji kemampuan mereka,” ujar Tigor.

Tigor mengatakan hingga Desember 2020 tidak ada perlombaan yang digelar baik skala nasional maupun internasional.Kondisi itu pun membuat para atlet tidak memiliki kesempatan beruji coba atau trial.

Bahkan, lanjut Tigor atlet sekelah Lalu Muhammad Zohri yang sudah mengantongi tiket ke Olimpiade 2020 pun tak bisa menjajal kemampuannya setelah lama berlatih. “Kami sangat berterima kasih kalau Borobudur Marathon tetap diselenggarakan,” imbuh Tigor.

Sumber : Solopos.com