Advertisement

BWF Minta Maaf ke Indonesia, Marcus Gideon Anggap Tidak Cukup

Andhika Anggoro Wening
Selasa, 23 Maret 2021 - 16:17 WIB
Budi Cahyana
BWF Minta Maaf ke Indonesia, Marcus Gideon Anggap Tidak Cukup Kevin Sanjaya-Marcus Fernaldi Gideon - Badminton Indonesia

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Dua pebulu tangkis andalan Indonesia, Greysia Polii dan Marcus Fernaldi Gideon, mengkritik Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).

Greysia dan Marcus mengkritik BWF seusai kejadian yang menimpa tim Indonesia di All England 2021 yang menimbulkan trauma besar bagi para atlet.

"Ini adalah suatu pelajaran besar buat kita semua, terutama BWF. Bagaimana sebenarnya responsible mereka terhadap kami sebagai atletnya dan asetnya untuk lebih diperhatikan lagi, lebih diperlakukan lebih baik lagi. Hal-hal yang seperti ini, kami tidak mau terjadi lagi ke depannya, dan ini bisa jadi awareness buat teman-teman atlet yang lain, bukan hanya atlet Indonesia, tapi seluruh dunia," ungkap Greysia kepada Tim Humas dan Media PP PBSI.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Menurut saya, BWF harus bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan. Dan yang paling penting adalah respon pertama mereka itu harus lebih baik lagi. Seharusnya mereka bisa merespon situasi yang kami alami kemarin itu dengan lebih wise dalam tindakannya kepada kami. Bukan menelantarkan kami dan membiarkan kami," lanjutnya.

Greysia juga mengatakan bahwa ia dan seluruh tim tidak melawan BWF tapi mendukung perubahan sistem.

"Kami sebagai atlet dan insan bulutangkis Indonesia itu tidak melawan BWF, tapi kami benar-benar ingin memberikan kritik yang besar. Kritik yang ingin memajukan bulutangkis dunia. Karena kami sebagai insan bulutangkis Indonesia ingin mendukung mereka supaya mereka punya sistem yang lebih baik lagi. Jadi ini sebuah pelajaran yang besar bagi BWF," kata Greysia lagi.

Di sisi lain, BWF sudah mengirimkan surat permintaan maaf terkait kejadian ini melalui Menpora. Namun bagi Marcus Fernaldi Gideon surat itu belumlah cukup, BWF harus menjelaskan lebih rinci kepada semua pihak.

"Menurut saya, harusnya masalah ini harus diperjelas ya, karena pertandingan menuju Olimpiade semakin sedikit. Takutnya nanti ada apa-apa di jalan, BWF lepas tangan lagi seperti ini. Kami maunya ada pertanggungjawabannya tidak hanya melalui surat," ungkap Marcus.

Hasil di All England 2021 sudah tidak bisa berubah, tapi masih ada tiga turnamen yang akan digelar sebelum Olimpiade, Greysia menganggap kejadian ini adalah tantangan ke depan.

Advertisement

"Untuk masalah All England sudahlah, kita sudah tidak bisa bertanding lagi. Tapi masih ada tiga pertandingan ke depan sebelum Olimpiade, dan justru ini adalah sebuah tempaan dan ujian yang bagus buat kita di sini karena kita dikasih tantangan, intinya ini positif dan menjadi motivasi tambahan untuk meraih prestasi lagi yang puncaknya ada di Olimpiade nanti," tutur Greysia.

Selain itu, Greysia juga menyampaikan rasa terima kasih untuk dukungan masyarakat Indonesia yang tak pernah putus. Tetapi ia juga mengingatkan untuk tidak berlebihan dan berkomentar tidak pantas karena kita adalah bangsa yang mempunyai hati yang besar.

"Kami merasakan, bahwa dukungan masyarakat Indonesia sangat luar biasa terhadap atletnya. Tapi yang harus ditekankan dan diingatkan bareng-bareng di sini bahwa tunjukanlah kita sebagai bangsa yang bermartabat, bangsa yang bisa bertutur kata dengan baik, bangsa yang bisa bersikap dengan baik walaupun kita tidak menerima keadilan. Jadi ini pesan saya kepada masyarakat bulutangkis Indonesia yang mencintai olahraga ini. Jadi tunjukanlah sebagai bangsa Indonesia yang mempunyai hati yang besar," tutup Greysia.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Persib Punya Modal Bagus Jelang Jamu Persija

Sepakbola
| Kamis, 29 September 2022, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement