Orang Tertua di Dunia Tak Jadi Ikut Kirab Obor Olimpiade Tokyo 2020

Jembatan Pelangi dan Menara Tokyo bercahaya dengan warna Olimpiade untuk memperingati hitung mundur 100 hari menuju Olimpiade Tokyo 2020 yang telah ditunda ke tahun 2021 akibat penyebaran Covid-19 di Tokyo, Jepang, Rabu (14/4/2021). - Antara/Reuters
05 Mei 2021 23:17 WIB Newswire Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Orang tertua di dunia, wanita Jepang berusia 118 tahun, memutuskan tidak ambil bagian dalam kirab obor Olimpiade Tokyo 2020 karena pandemi.

Kane Tanaka, yang dianugerahi Guiness World Guiness, dijadwalkan menjadi salah satu peserta estafet di Fukuoka di Jepang selatan, yang akan dimulai pada 11 Mei.

"Kami menerima email dari keluarganya yang mengatakan dia ingin mundur dari estafet karena dia dan keluarganya khawatir menyebarkan virus tersebut di panti jompo," kata pengurus panti jompo, sebagaimana dilaporkan Kyodo, Rabu (5/5/2021).

Estafet obor Olimpiade, yang dimulai pada Maret, terganggu dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Jepang. Enam orang yang membantu estafet obor didiagnosis dengan Covid-19, menurut penyelenggara Tokyo 2020, Minggu (2/5), sehingga jumlah total kasus Covid-19 dalam penyelenggaraan acara tersebut menjadi delapan.

Beberapa selebriti yang akan ambil bagian telah mengundurkan diri dari kirab obor karena alasan keamanan di tengah pandemi.

Jepang bulan lalu mengumumkan keadaan darurat Covid-19 untuk sejumlah kota dengan populasi yang padat, termasuk Tokyo dan Osaka, dalam upaya menekan penyebaran virus corona.

Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan perpanjangan status darurat di kota-kota besar.

Sumber : Antara