Markis Kido Meninggal, Ibunda: Dia Seperti Mau Hidup dan Mati di Lapangan

Legenda Bulu Tangkis Indonesia Markis Kido - Badmintonindonesia.org
15 Juni 2021 12:57 WIB Mutiara Nabila Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Markis Kido, salah satu putra terbaik dunia bulutangkis, meninggal dunia pada Senin (14/6/2021). Para sejawat mengenang dirinya ingin hidup dan mati di lapangan bulu tangkis.

Kido yang akrab disapa Uda ini berpulang saat sedang bermain bulutangkis di GOR Petrolin, Alam Sutera, Tangerang. Menurut mantan pemain yang turut hadir di arena, Candra Wijaya, Kido tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri saat baru bermain setengah gim. Saat itu sekitar pukul 18.30 WIB.

"Saya duduk di pinggir lapangan melihat Kido terjatuh. Dan saya lari menolong. Dia tidak sadarkan diri dan mengorok ," tutur Candra, mengutip keterangan resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Senin (14/6/2021).

Ibunda Kido, Zul Asteria mengungkapkan, selama ini, Kido masih rutin bermain bulutangkis setiap Senin dengan sebuah tim di sana.

"Dia sepertinya memang maunya [hidup dan matinya] di lapangan kali ya. Tadi saya berdoa semoga masih bisa selamat. Saya kira tadi hanya stroke, karna dia kan punya darah tinggi terus mungkin jatuh dan pembuluh darahnya pecah. Saya berdoanya begitu tapi ternyata mas Kido diambil," lanjutnya.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyampaikan duka yang mendalam dan rasa kehilangan yang besar atas musibah ini.

"Hari ini keluarga besar bulutangkis Indonesia sangat berduka dengan berpulangnya Markis Kido, pahlawan bulutangkis yang telah berulang kali mengharumkan nama Merah Putih di panggung bulutangkis dunia," ucap Agung Firman Sampurna, Ketua Umum PP PBSI.

Agung mengungkapkan, meninggalnya Kido merupakan sebuah kehilangan besar bagi dunia bulutangkis Indonesia yang tengah menghadapi Olimpiade Tokyo.

“Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan," sambung Agung.

Agung menyebut Markis Kido layak disebut legenda bulutangkis dengan segala prestasi yang ia sudah torehkan untuk Merah-Putih. PBSI berharap suri tauladan pria kelahiran 11 Agustus 1984 itu menjadi inspirasi para penerusnya.

"Dengan prestasi besar seperti juara dunia 2007 di Kuala Lumpur, medali emas Olimpiade Beijing 2008, dan emas Asian Games 2010 Guangzhou bersama Hendra Setiawan, nama Kido begitu harum di pentas dunia. Kami keluarga besar bulutangkis Indonesia dan PBSI ikut berduka cita dan merasa kehilangan besar dengan berpulangnya Markis Kido," tutur Agung.

Agung berharap suri teladan, semangat juang, prestasi besar, dan etos kerja yang telah ditunjukkan Markis Kido selama ini, bisa menginspirasi para pemain-pemain bulutangkis Indonesia untuk mengikuti jejak almarhum.

Berpulangnya Kido meninggalkan seorang istri, Richasari Pawestri dan dua orang putri. Jenazahnya telah disemayamkan di rumah duka Jalan Gemak B149, RT.003/RW.009, Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, sementara pemakaman masih menunggu kedatangan sang istri dari Solo.

Sumber : Bisnis.com