Atlet Panjat Tebing Indonesia Meraih Emas di Kejuaraan Dunia di Swiss

Dua atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo (kanan) dan Kiromal Katibin./Antara - USA Today
04 Juli 2021 06:07 WIB Newswire Olahraga Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Atlet panjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo meraih medali emas dalam nomor speed putra di IFSC Climbing World Cup Villars di Swiss, Sabtu (3/7/2021).

Veddriq, pemegang rekor dunia speed putra, mengalahkan atlet Rusia Dmitrii Timofeev di final setelah mencatatkan waktu 5,329 detik, unggul 2,021 detik dari lawannya.

Meski belum mampu memecahkan rekor atas namanya sendiri, Veddriq mengaku senang bisa kembali mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Piala Dunia.

Veddriq sebelumnya mengukir rekor dunia ketika berlaga di IFSC Climbing World Cup, di Salt Lake City, Utah, AS, 29 Mei lalu. Ktika itu dia mencatatkan waktu 5,208 detik.

"Saya sangat senang dengan kemenangan ini walaupun di sini sangat dingin. Pertandingan kali ini adalah sangat menantang," kata Veddriq dalam siaran pers PB Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Atlet Indonesia lainnya, Kiromal Katibin, membawa pulang medali perunggu setelah mengalahkan atlet Rusia Vladislav Deulin di perebutan juara ketiga. Katibin unggul dalam pertarungan yang cukup ketat dengan catatan waktu 5,306 detik, sedangkan Deulin 5,38 detik.

Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid menyambut gembira kemenangan ini. "Kemenangan ini mengukuhkan prestasi atlet panjat tebing Indonesia di tingkat dunia. Kemenangan ini untuk seluruh rakyat Indonesia agar terus semangat berjuang melawan pandemi. Dengan tekad kuat, kita pasti bisa."

Dalam kompetisi kali ini, Indonesia menurunkan tujuh atlet terdiri dari empat putra dan tiga putri. Di kelompok putra ada Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Aspar Jaelolo, dan Alfian M. Fajri. Langkah Aspar terhenti saat menghadapi Alfian di perdelapan final, sedangkan laju Alfian ditahan Katibin di perempat final.

Di kelompok putri ada Desak Made Rita Kusuma Dewi, Nurul Iqamah, dan Rajiah Sallsabillah. Namun, Desak Made belum mampu meraih medali setelah disingkirkan atlet Polandia Patrycja Chutziak di semifinal.

Laju Iqamah terhenti di babak perdelapan final karena melakukan false start. Sementara itu, Rajiah terhenti di perempat final karena mengalami fall saat melawan atlet Rusia Ekaterina Barashchuk.

Sumber : Antara